oleh

Mengenal Lebih Jauh Presma STAIMU Habibur Rohhman

Tingkatkan Kualitas Mahasiswa dengan Tetap Junjung Tinggi Budaya Pesantren

Kabarmadura.id/Pamekasan-Hasil tidak akan mengkhianati proses, prinsip itulah yang Habibur Rohhman jadikan sebagai pelecut dalam menjalani proses sebagai pimpinan mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Sebagai pimpinan bagi seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan, Habib (sapaan akrabnya) menjalaninya dengan sepenuh hati dan tidak pernah mengeluh, dia menjalani itu dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan pondok pesantren,dia menjujung tinggi nama STAIMU. Dia tidak ingin kampusnya disamakan dengan kampus lain yang tentunya memiliki otoritas dan budaya yang berbeda dengan kampus umum.

Selain itu, sebagai pondok pesantren dan kampus yang berafiliasi kepada organisasi masyarakat terbesar di dunia yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Diaselalu menjunjung tinggi nama STAIMU sebagai kampus berhaluan idelogi Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) Annahdliyah.

Dia menyadari yang dipimpin bukan hanya mahasiswa murni, melainkan juga mahasiswa yang sekaligus berstatus santri, sehingga dia bertekad memulai visi dan misinya untuk mencetak mahasiswa yang berbudi luhur dan memiliki karakter yang baik sebagaimana tuntunan Aswaja.

“Akhlak yang mulai menjadi prinsip kami, kami ingin menjadi mahasiswa yang berkualitas dengan tetap tidak mengesampingkan etika dan akhlak sebagaimana tuntunan Aswaja, sebab kampus beserta pondok pesantren berafiliasi pada NU,” tukas pria asal Plakpak Pegantenan tersebut, Kamis (25/6/2020).

Pria kelahiran 15 Februari 1997 itu bertekad melanjutkan perjuangannya untuk membantu STAIMU dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdayasaing dan berkarakter, dengan tetap memiliki karakter santri yang mengedepankan akhlak dan sopan santun.

Dalam upaya menyiapkan SDM yang siap menghadapi segala bentuk perubahan zaman yang dijadikan sorotan utama yaitu kecerdasan intelektual mahasiswa. Peningkatan intelektual menjadi prioritas dalam upaya penyiapan SDM yang mumpuni, sebab menurutnya, akal pikiran akan mengendalikan manusia.

Bahkan dia berkeyakinan, segala organ tubuh manusia beserta seluruh panca inderanya akan bekerja dengan baik jika akal pikiran dalam kondisi stabil dan juga baik, sebab segala sesuatu yang keluar dari dalam diri setiap manusia dilatarbelakangi oleh akal pikiran.

Sehingga yang dia utamakan yaitu bagaimana mengupayakan mahasiswa STAIMU memiliki kekayaan wawasan dan kecerdasan intelektual, dengan diadakan beberapa kegiatan penguatan intelektual berupa kajian mendalam perihal sejumlah disiplin keilmuan.

“Secara tidak langsung kami bukan hanya membantu kampus, melainkan kami juga membantu negara dalam hal menyiapkan SDM yang mumpuni dan berdaya saing, sehingga mahasiswa STAIMU siap menghadapi segala bentuk perubahan zaman,” tutupnya. (pin)

 

Komentar

News Feed