oleh

Mengenal Lebih Jauh Sosok M Muhri

Pengabdi di NU, Peraih Suara Para Kiai

KM/Ist-M Muhri: Caleg DPRD Sumenep terpilih dari PKB dapil V.

Dunia politik memang memiliki citra yang sangat buruk di tengah-tengah masyarakat, demikian dengan orang-orang yang berada di dalam. Akan tetapi, seburuk apapun dunia politik saat ini, masih ada sosok, orang-orang yang peduli akan perubahan melalui politik praktis, salah satunya M Muhri.

MOH TAMIMI, KOTA

M Muhri dilahirkan di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-guluk. Kiprahnya di dunia politik praktif masih terbilang baru, namun dalam dunia organisasi patut diperhitungkan, terbukti dengan banyaknya organisasi yang ia geluti, bahkan selalu menjadi pimpinan.

Riwayat organisasi yang pernah digeluti oleh Muhri adalah sejak masih duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah adalah Dewan Perwakilan Siswa MA 1, Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Intelektual (UKM PI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Keislaman (sekarang Instika), Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-Guluk, Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) PMII Sumenep, Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sumenep (2012-2020), Wakil Sekretaris PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (2010-2014), Wakil Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Sumenep (2011-2015).

Meski banyak aktif di organisasi, Muhri menegaskan bukan untuk mencari kedudukan, apalagi mencari kehidupan dalam organisasi, tetapi memang karena niat mengabdi kepada para ulama, nusa, dan bangsa, khususnya terhadap  Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy’ari.

“Niat saya hanya untuk mengabdi, masuk PK PMII di Guluk-guluk hanya untuk mengabdi, mengabdi kepada ulama, kepada NU, saya hanya ingin mengabdi ikuti jejak kiai, ingin mendapat barokah dari beliau-beliu,” ungkapnya dengan tegas saat dihubungi, Jum’at (3/3).

Muhri memang terbilang kader yang tidak pernah menyerah untuk selalu belajar, berproses bersama dengan teman-temannya, terutama dalam wadah organisasi yang digelutinya. Sejak masih siswa, terus sampai masuk ke perguruan tinggi, ia mengaku tidak pernah lepas membawa buku kemana pun kakinya melangkah. Meskipun awalnya hanya membawa buku, menurutnya, pada akhirnya pasti akan dibaca karena orang-orang yang melihatnya kebanyakan akan menanyakan apa isi buku yang dibawanya.

“Dulu itu saat saya masih di komisariat, saya membuat perpustakaan, siapapun boleh pinjam sesuai daftar buku yang saya buat. Akan tetapi, dari 300 buku yang saya miliki saat itu, akhirnya hanya tinggal 57 buku,” kenangnya bernostalgia ke masalalu saat ia berproses.

Ia terus menjalani dan menikmati proses yang ia jalani. Muhri mengaku bahwa dirinya tidak pernah meminta untuk memperoleh jabatan karena menurutnya jabatan tidak harus diminta. Jika memang sudah pantas dan ditakdirkan menjadi pemimpin, ia akan datang dengan sendirinya. Jabatan tinggi yang ia dapatkan selama ini tidak pernah ia minta, termasuk menjadi ketua PC GP Ansor Sumenep yang menjabat dua kali berturut-turut. Baginya, yang terpenting semangat pengabdian.

Di perhelatan pemilihan umum atau pemilu 17 April lalu juga duduk sebagai kontestan yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sumenep, daerah pemilihan (dapil) V yang meliputi Kecamatan Batang-Batang, Batu Putih, Dungkek, dan Gapura. Proses memang tidak mengkhianati hasil, pengabdiannya kepada para ulama’ dan kiai berbuah manis. Nyaris semua ulama dan kiai di dapilnya menentukan hak suaranya kepada Muhri, bahkan dalam satu kecamatan ada yang sampai mendapatkan 5.000 suara lebih.

Menurut mantan aktivis PMII ini, ia selama dalam kampanye melakukan konsolidasi dengan para kiai, para teman-temannya. Mohon restu dan mohon dukungan untuk memilihnya demi kemaslahatan masyarakat. Masih sama dengan sebelumnya, niatnya masih untuk mengabdi, bukan semata-semata untuk mencari kekuasaan.

Lebih dari itu, sebelumnya ia tidak punya niatan untuk maju menjadi calon DPRD, namun karena diminta oleh beberapa pihak untuk maju ke kontestasi politik. Akhirnya Muhri mencalonkan diri, alhasil ia mendapat suara terbanyak di dapilnya. (rei)

Komentar

News Feed