Mengenal M Ramzi, Kegagalan Jadi Cambuk Perjuangan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sumenep – Bukan garis tangan yang bisa menyulap nasib baik seseorang. Tekun, kerja keras serta perjuangan yang tak tanggung-tanggung akan menyeret nasib seseorang ke puncak kesuksesan. Gagal bukan sebuah alasan. Itulah racikan bahasa yang menjadi prinsip M Ramzi dalam memetik keberhasilan berkarir dalam dunia politik, hingga berhasil menduduki kursi legislatif periode 2019-2024.

 

Moh Razin, Kota.

 

Bang Ramzi, demikian khalayak memanggilnya, dikenal masyarakat lantaran kepekaannya dalam mendengar keluhan masyarakat. Hal itulah yang membuatnya kembali menikmati empuknya kursi legislatif periode 2019-2024.

Ramzi dilahirkan di Sumenep tepat pada 03 Agustus 1977. Mengawali jenjang pendidikannya di MI Nurul Jadid, MTs Da’watul Islamiyah, dan kemudian menuntaskan pendidikan menengahnya di MA Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep pada tahun 1995-1997, hingga melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Jakarta mengambil jurusa Hubungan Internasional (HI).

Keberhasilannya tidak lantas didapat dengan tiba-tiba. Ia menikmati proses yang panjang. Sejak tahun 1999 benih-benih karir politiknya telah ditabur. Ia memulai dengan menjadi Jaringan Pemantau Pemilu Indonesia, tahun 2004 menjadi Jaringan Pemantau Pemilu untuk Rakyat (JPPR). Ia kemudian pulang ke Sumenep dan pada tahun 2008 Ramzi menjabat sebagai wakil sekretaris Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Sumenep.

Setelah itu kenangan pahit karena kegagalan mulai dicicipinya. Pada tahun 2009  mencalonkan diri sebagai DPRD Kabupaten Sumenep tetapi dirinya dipukul telak oleh kekalahan, gagal menjadi wakil rakyat.

“Ya saya mencalonkan diri dari Partai Hanura tahun 2009. Waktu itu, pertama kali mencalonkan diri langsung kalah. Saya gagal waktu itu,” katanya, Kemarin (26/6)

Akan tetapi kegagalannya malah dijadikan cambuk penyemangat, perjuangan terus dikobarkan, dan proses terus dirajut. Pada tahun 2010, ia terpilih menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan Cabang DPC Hanura Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2014, usahanya berhasil. Ia kembali berani mencalonkan di sebagai anggota DPRD, dan rakyat mulai percaya, sehingga ia terpilih.

Setelah terpilih dirinya tidak merasa berada di atas angin, ia tetap tekun untuk terus belajar, banyak diklat yang diikuti, diantaranya penguatan fungsi DPRD dalam mendukung kinerja pemerintah daerah, pemberdayaan dan pengelolaan keuangan desa, peran DPRD dalam pembentukan perda, dan penguatan fungsi anggota legislatif dalam memenangkan pemilu 2019.

Proses tiada pernah menghianti hasil, pada situasi semarak persaingan politik yang sangat panas, tepat pada 17 April 2019 kemarin, kembali diselenggarakn pesta demokrasi. Banyak calon petahana yang harus hengkang dari jatah kursi legislatif. Namun, pria yang sekarang menjadi bendahara di Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Sumenep berhasil meraih kepercayaan masyarakat hingga akhirnya masih terpilih untuk yang kedua kali.

“Saya terpilih lagi di tahun 2019 ini, tidak ada yang istimewa bagi saya. Karena 2009 saya pernah gagal. Tetapi saya tetap bersyukur masyarakat masih percaya kepada saya,” imbuhnya

Sementara ketika ditanya apakah di pemilihan yang akan datang akan mencalonkan diri di tingkat yang lebih tinggi atau tingkat Jawa Timur, dengan kerendahan hati ia menjawab akan mengikuti panorama alam. Ia tetap memantau situasi, jika menjanjikan mungkin.

“Ikut panorama alam lah kalau soal itu, ketika sekarang saya koar-koar nanti situasi tidak mendukung. Kan malu sendiri saya,” pungkasnya (pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *