oleh

Mengenal Malabar, UKM Pecinta Alam UNIBA Madura

Kabarmadura.id/Sumenep-Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura baru meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam Bahaudin Mudhary (Malabar) pada Bulan Januari 2020. Sejatinya, mahasiswa yang berbasis di UKM tersebut telah merintisnya sejak tahun 2019.

SYAHID MUJTAHIDY, SUMENEP

Baru seumuran jagung. Kendati demikian, Malabar telah mengambil peran besar dalam menjaga keasrian lingkungan.

Ketua UKM Malabar UNIBA Madura Miftahul Fajar Maulana menyampaikan, sejauh ini Malabar telah menjalankan program seperti membersihkan pantai dan kampus. Serta, mereka terlibat dalam kegiatan kemanusiaan seperti kerja sama yang dijalin dengan Smartfren untuk membagikan bantuan sosial (bansos).

Lebih lanjut, mahasiswa Akuntansi UNIBA Madura itu menjelaskan, UKM Malabar UNIBA Madura juga kerap kali sharing dengan mahasiswa pecinta alam di kampus lain. Itu guna menguatkan organisasi kemahasiswaannya.

“Lebih fokus kepada lingkungan, seperti bersih-bersih pantai, bersih-bersih kampus, dan sejenisnya. Namun, kami juga ikut kolaborasi dengan kegiatan kemanusiaan, seperti membagikan bansos yang berkolaborasi dengan Smartfren. Kami juga intens sharing dengan Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) di kampus lain,” tuturnya kepada Kabar Madura, Kamis (28/5/2020) sore.

Selain itu, alumnus Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pamekasan ini menyampaikan, kegiatan UKM Malabar UNIBA Madura lebih menitiktekankan terhadap kegiatan outdoor. Tak ayal, di tengah wabah Covid-19, pihaknya cukup kesulitan untuk menjalankan program. Namun, dia menyiasati dengan penguatan pengetahuan lewat kajian online.

Di samping itu, Fajar berharap permasalahan bersama yang dipicu Covid-19 ini bisa segera kembali, agar program UKM Malabar UNIBA Madura bisa kembali lancar, serta rutinitas dapat kembali normal.

“Karena Mapala kegiatannya hampir keseluruhan outdoor. Malabar baru beberapa bulan berdiri. Karena sekarang ada Covid-19, maka agak sulit untuk menunjukkan eksistensi Malabar itu sendiri. Kami doakan semoga wabah ini cepat berlalu,” tutup mahasiswa kelahiran Pamekasan, 24 September 1999. (idy/nam)

Komentar

News Feed