Mengenal Moh. Jakfar, Pengusaha Muda Sukses di Sampang yang Membuka Tujuh Unit Usaha dan Aktif di Karang Taruna

(FOTO: KM/Ist) Mengenal Moh. Jakfar, Pengusaha Muda Sukses di Sampang

KABARMADURA.ID | Tokoh muda satu ini cukup familiar di kalangan pemuda Sampang. Dia adalah Moh. Jakfar, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sampang yang saat ini juga sedang menekuni tujuh jenis usaha. 

FATHOR RAHMAN, SAMPANG

Tidak hanya dikenal sebagai aktivis, pria yang sering dipanggil Jakfar tersebut juga gencar bergiat di dunia usaha. Bahkan, ia saat ini bisa membantu keluarganya dari hasil usahanya tersebut. 

Saat ini, ia juga sedang mengupayakan untuk mengaktifkan puluhan karang taruna di tingkat kecamatan dan desa. Salah satu cara yang digunakan untuk memberdayakan anak-anak muda di Sampang yaitu dengan membuka usaha, sebab dengan begitu, para pemuda bisa terlibat untuk ikut serta bekerja dengannya. 

Beberapa usaha yang dijalankan Jakfar di antaranya, persewaan alat- alat pesta; seperti kursi, panggung, tenda, dekorasi, dan sound system. Selain itu, ia juga menjual bebek, telur asin, membuka salon kecantikan, pijat refleksi, dan sebagainya. 

Dari semua usahanya, diakui selama ini cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga. Bahkan, ia pun sudah mempekerjakan 20 pemuda di Sampang dipercaya membantu tujuh unit bisnisnya. 

Dia mengatakan, selama ini masih banyak pemuda masih mencari  peluang kerja. Namun tidak semua anak muda berpikir bagaimana membuka lapangan kerja dengan membuka usaha baru yang potensial. 

“Kita sebagai pemuda harus berpikir lebih maju. Bagaimana membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” katanya. 

Ia juga mengutarakan,  sebagai pemuda jangan pernah menggantungkan harapan kepada orang lain. Tapi harus mampu lebih kreatif. Salah satunya dengan membangun usaha bisnis.” Saya selalu mengajak kepada siapa pun. Mari kita membuka usaha. Sehingga tidak bergantung kepada orang lain, ” tegas Jakfar.  

Diakui, dalam menekuni bisnis rintangan pasti ada. Namun,  sebagai pemuda, harus tangguh. Sebab tidak ada usaha yang gagal selama ditekuni secara serius. Ia juga mengimbau para pemuda agar lebih produktif. 

“Kesibukan di Karang Taruna adalah pengabdian. Sementara dunia usaha bagian dari masa depan. Saya memang mengatur waktu agar keduanya berjalan lancar,” imbuhnya. 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan