Mengenal Nur Arif, Anggota DPRD Bangkalan dari Partai Demokrat

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan tidak semua berasal dari kalangan elit, namun ada juga yang berasal dari latar belakang keluarga yang ekonominya sama rata dengan rakyat biasa pada umumnya.
MOH SAED, BANGKALAN

Namanya Nur Arif, anggota DPRD Bangkalan dari Partai Demokrat.Pria kelahiran Surabaya 1 November 1995 tersebut menceritakan, ia pernah mengalami titik terendah dalam perekonomian di keluarganya.
“Kadang kalau ingin makan nasi goreng saya harus menunggu giliran dari saudara saya. Sebab ekonomi saya waktu itu dalam keadaan anjlok,” ungkaapnya.
Lebih lebih di hari raya, jika ingin ganti baju baru maka ia harus kerja sendiri untuk mendapatkan baju baru yang ingin dipakai. Hal itu terjadi pada tahun 2011, setelah lulus di SMA Negeri 4 Bangkalan.
Pada tahun 2014, dirinya berkuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Program Studi Hukum Bisnis Syariah Fakultas Keislaman. Selama mengenyam dunia pendidikan di UTM tersebut, ia tidak hanya menjadi mahasiswa biasa melainkan dirinya juga aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selain itu, ia juga aktif di organisasi Paduan Suara (PADUS) untuk melanjutkan minat bakat di bidang tarik suara. Bahkan, dirinya menjadi nahkoda paduan suara.
Belum juga lulus dari perguruan tinggi, ia bergabung dengan partai politik dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Hal itu dilakukan pada semester 7, saat tidak ada lagi jadwal kuliah. Ia aktif berkampanye sembari menyusun proposal skripsi.
Setelah pemilihan, dirinya dinyatakan menang, sebab banyak suara yang memilihnya. Akhirnya, ia terpilih sebagai anggota dewan saat dalam proses penggarapan skripsi.
“Alhamdulillah, saya bisa lulus tepat waktu tanpa mengenal embel embel jabatan anggota dewan tapi dirinya merasa bersyukur atas kerja sama dengan teman teman mahasiswa lainnya,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan terutama untuk golongan pemuda. Sebab pemuda salah satu penerus bangsa yang akan datang. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap agar masyarakat memiliki kesadaran terhcdap politik, sehjngga nantinya tidak akan terjadi jual beli kekuasaan dalam bentuk money politic. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *