oleh

Mengenal Penulis Buku Asal Bumi Pamelingan

kabarmadura.id/Pamekasan-Tempat kelahiran bukan suatu penghalang bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang produktif. Hal itu dibuktikan oleh sosok pemuda pesisir, Royyan Julian, yang sukses di bidang literasi.

Khoyrul Umam Syarif, Tlanakan

Pria kelahiran Pamekasan, 3 Juli 1989 itu, bertempat tinggal di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan. Dalam kesehariannya, sosok Royyan Julian tidak pernah lepas dari membaca dan menulis. Sebab baginya, kedua hal itu bak mata pisau yang semakin diasah akan semakin tajam.

Kepada Kabar Madura, sosok yang terlahir dari keluarga sederhana itu mengungkapkan, dirinya memiliki luar biasa untuk menjadi pemuda Madura yang bisa berkontribusi nyata dalam dunia literasi. Bahkan, kondisi lingkungan pesisir yang sarat dengan aktivitas nelayan, tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi bagian sejarah literasi.

“Esensinya, penulis harus bisa membuka diri terhadap fenomena sekitar,” ucapnya, Minggu (12/1/2020).

Baginya, menulis merupakan pekerjaan yang sangat mudah, asalkan punya tekad dan niat yang kuat. Menurutnya, kiat untuk menjadi seorang penulis handal, bisa dimulai dengan langsung menulis setiap ide atau gagasan yang dimilik.

Menurutnya, menjadi seorang penulis kreatif,  harus berpikir out of the box. Dengan demikian, setiap penulis akan bisa memberikan nuansa berbeda dalam setiap karya. Bahkan, pria yang juga mnejadi dosen di Universitas Madura (Unira) itu memaparkan, kunci sukses dalam menulis, yaitu memulai setiap tulisan dari hal kecil.

“Dalam menulis jangan mudah puas atas karya yang telah dicapai, melainkan dibaca secara berulang, sehingga bisa dimengerti antara kekurangan dan kelebihannya, sebab dalam belajar tidak pernah ada kata selesai,” ungkapnya.

Sudah banyak prestasi yang telah dicapai berkat konsistensinya dalam menulis selama 10 tahun. Di antaranya, penghargaan sastra Gubernur Jawa Timur (2019), Ppenulis emerging Ubud Writers & Readers Festival (2016). Pemenang Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur untuk manuskrip kumpulan cerpen yang berjudul Tandak (2015). Pemenang Lomba Kumcerku di LeutikaPrio untuk buku fiksinya yang berjudul Sepotong Rindu dari Langit Pleiades (2011).

Tidak hanya raihan prestasi yang bisa dia torehkan, melainkan juga beberapa karya juga telah disajikan. Di antaranya, Sepotong Rindu dari Langit Pleiades (LeutikaPrio, 2011), Tandak (Dewan Kesenian Jawa Timur, 2015), Metafora Ricoeurian dalam Sastra (Negasi Kritika, 2016), Tanjung Kemarau (Grasindo, 2017), Biografi Tubuh Nabi (Basabasi, 2017), Rumah Jadah (Basabasi, 2019) dan Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba (Rua Aksara, 2019).  (pin)

 

Komentar

News Feed