Mengenal Perkumpulan Penyandang Disabilitas Madura, Hadir untuk Saling Menguatkan

News51 Dilihat

KABARMADURA.ID | Tidak ada seorangpun yang mau lahir ke dunia dengan keterbatasan. Keterbatasan fisik misalnya. Banyak diantara kita memandang bahwa keterbatasan fisik adalah aib. Dan acap kali orang dengan keterbatasan fisik disabilitas dianggap sebagai orang yang tidak mampu melakukan pekerjaan, hidupnya bergantung kepada orang lain. Namun berbeda dengan aktivis Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPD) Madura. Justru dengan keterbatasan yang dimilikinya menjadi sumbu untuk saling menguatkan satu-sama lain.

MOH RAZIN, SUMENEP

2018 menjadi awal berdirinya Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPD) Madura. Kesamaan rasa untuk saling menguatkan mendorong sejumlah orang dengan keterbatasan fisik disabilitas itu sampai di titik nadir. Bersatu demi memperjuangkan kehidupan yang seimbang pada situasi yang serba kekurangan, dengan tetap optimis dalam berikhtiar serta istikamah dalam kesabaran.

Wakil Ketua PPD Madura Aswari mengatakan, wadah tersebut sebagai rumah bersama untuk saling berbagi pengalaman dan bersinergi dalam setiap gerakan, utamanya para kelompok disabilitas.

Baca Juga :  Zaini, Seorang Guru yang Konsisten Lestarikan Bahasa Madura hingga Menerbitkan Buku Ajar

Aswari mengatakan, kegiatan rutin PPD Madura salah satunya silaturahmi antar sesama pengurus dan anggota. Diselenggarakan satu bulan sekali. “di PPD Madura ini sudah terdapat 46 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten di Madura,” katanya pada Kabar Madura, Minggu (15/1/2023).

Melalui perkumpulan ini, kata dia, juga sebagai upaya untuk saling memberi solusi terhadap persoalan-persoalan yang dialami para anggotanya.

Pria asal Kecamatan Bluto ini bercerita, salah satu anggotanya, pernah mengalami frustasi lantaran tidak dapat membiayai kehidupan keluarganya. “Ini pengalaman yang terjadi di kehidupan kami. Dan dari perkumpulan ini kita carikan jalan tengahnya,” kata dia.

Salah satu yang dilakukan dalam kegiatan yang digelar rutin setiap bulan tersebut, kata Aswari, bertujuan untuk membangun jaringan dengan berbagai pihak tidak terkecuali pemerintah.

Bahkan beberapa kesempatan silaturahmi dengan salah satu instansi pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep yang memiliki kepedulian dan keterbukaan terhadap penyandang disabilitas. Di pertemuan itu, kata Aswari, PPD mengajak instansi tersebut untuk saling bahu membahu memberi ruang pada kelompoknya.

Baca Juga :  Alasan Satpol PP Pamekasan Gencar Razia Rokok Ilegal: Percepatan Pembangunan Negara!

“Tentunya dengan silaturrahmi bisa menemukan solusi, misalnya dengan kemampuan dan kelayakan. Hasil dari kegiatan ini, ada yang sudah bekerja di KUA Bluto sebagai penyuluh agama. Ada juga yang menerima bantuan sosial (Bansos), seperti BLT DD dan yang lainnya,” tambahnya.

Lelaki yang saat ini aktif sebagai guru itu juga menuturkan, tidak sedikit dari anggotanya dijadikan narasumber, dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

“Intinya ada ikhtiar dan kemauan, Tuhan sudah menyiapkan solusi atas setiap persoalan,” pungkasnya. 

Diketahui, organisasi ini bernama Persatuan Penyandang Disabilitas (PPD). Namun, harus diubah menjadi PPD Madura. Tidak ada  alasan yang urgen, kecuali persoalan keelokan panggilannya saja.


Redaktur: Moh Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *