Mengenal Sosok Bersahaja Kepala Dinas PU SDA Sumenep

  • Whatsapp
BERWIBAWA: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid beserta istrinya, Nur Putri Qadarsi.

BERWIBAWA: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid beserta istrinya, Nur Putri Qadarsi.

Kabarmadura.id-Kesuksesan sesorang tidak terlepas dari kepatuhan terhadap orang tua. Seperti itu yang dilakukan pria satu ini, Chainur Rasyid. Sejak kecil, pria yangkini menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air ini senang membantu orang tuanya. Hingga menjadi sukses seperti ayahnya menjadi PNS.

IMAM MAHDI , SUMENEP

Siapa yang tidak kenal dengan Chainur Rasyid, seluruh pejabat tinggi di lingkungan Kabupaten Sumenep terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akrab dengannya.

Siapa sangka, pria kelahiran asli Kabupaten Sumenep, 13 November 1969 ini memiliki masa depan yang cerah. Tentu saja tidak terlepas dari ketekunan dan kepatuhannya terhadap kedua orang tuanya.

Di usia mudanya, Chainur menjadi anak yang tekun bekerja dan senang membantu kedua orang tuanya. Meski demikian, dia tidak melupakan pentingnya pendidikan. Ayahandanya seorang PNS, sekaligus sempat menjadi ketua DPRD dan pengusaha kapur. Sedangkan ibundanya sebagai ibu rumah tangga yang baik.

Kini, selain jadi PNS, dia juga meneruskan usaha orang tuanya menjadi pengusaha kapur/usaha gamping.

Chainur  lulus pendidikan sekolah dasar (SD) tahun 1983, kemudian berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Sumenep dan lulus 1986.

Setelah lulus SMP, Chainur melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Sumenep lulus tahun 1989. Kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Uneversitas Merdeka Malang (UMM) lulus 1994.

Setelah lulus S1,  dia melanjutkan usaha orang tuanya selama 1 tahun sebagai pengusaha kapur gamping. Saat itu, usaha tersebut merupakan satu satunya di Madura yang dimasukkan ke Petrokimia Gersik. Setiap hari, perusahaannya mengirim gamping ke Gresik menggunakan truk.

“Usai lulus S1, saya tidak langsung bekerja mandiri, tetapi ikut titah orang tua sebagai pengusaha swasta itu,” katanya, Minggu (29/9/2019).

Tahun 1995, suami dari Nur Putria Qadarsih ini lolos menjadi PNS dan langsung bertugas sebagai staf bagian keuangan.  Pada tahun 1995, berhasil menduduki jabatan kepala sub bagian (kasubag) pembangunan selama 10 tahun.

Pada tahun 2007, bertugas sebagai kepala bidang pengairan hingga tahun 2011. Setelah itu, diangkat sebagai kabag kesehatan masyarakat hingga tahun 2014. Kemudian tahun 2014 hingga Juli 2019, menjabat sebagai kepala bagian (kabag) umum dan pada Juli 2019 menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air.

Prinsip ayah dari Nur Rifki Akbar, Muhammad Fathan Shidar, Nur Marsya Adela dan Nur Adelya Elisa ini adalah, selagi menjadi pegawai negeri harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Hal itulah yang menjadi prinsip hidup selama ini,” paparnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *