oleh

Mengenal Sosok Kepala Kemenag Sumenep M.Juhedi, Pembawa Perubahan, Rendah Hati, Bertabur Prestasi

Kabarmadura.id/Sumenep-Menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, perlu perjalanan panjang yang berdarah-darah dalam menjalani proses. Belajar pada lingkungan, serta tidak sombong kepada siapapun menjadi pegangan M. Juhedi.

Pria yang menjabat kepala Kantor Kementerian Agama Kemenag (Kemenag) Sumenep ini, oleh sebagaian publik dinilai sebagai sosok pemimpin pembawa perubahan. Sejak menjabat pada 5 Juli 2019, disebut membawa perubahan signifikan dan cukup harmonis dengan masyarakat Sumenep

Sebelum memikul amanah di berbagai jabatan di Kemenag, dia memulai karir sebagai guru madya. Bertugas di Kemenag, adalah bagian dari cita-citanya sejak remaja, yakni ingin menerapkan dan melak ilmu agama. Sehingga baginya, pilihan menjadi guru adalah langkah yang tepat.

Menurut pria kelahiran 10 Juli 1965 di Desa Montok Kecamatan Larangan, Pamekasan ini, ilmu agama merupakan tiang negara. Jika kokoh, maka akan berdiri dengan kuat menopang seluruh kepentingan negara.

Sebab, kata dia, pemahaman agama untuk menjaga agar masyarakat tidak terbawa arus negatif dari teknologi canggih yang terus berkembang.

“Perkembangan zaman yang begitu pesat harus didukung oleh agama yang kokoh pula,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Atas pemikirannya yang kuat itu, pada Oktober 1998, dia diamanahkan menjabat kepala Madrasah Aliyah swasta (MAS) Al Huda di Yayasan Pondok Pesantren Al Huda Sumber Nangka, Duko Timur Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Karirnya terus menanjak, Hingga akhirnya pada Agustus 2005, dipercaya sebagai pengawas PAI MTs MA. Kemudian pada September 2010 dipercaya sebagai kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji Umroh (PHU) dan berlajut di posisi kepala Seksi Pendidikan Agama (Pendma) Kemenag Pamekasan pada 10 Juli 2013.

Berselang setahun kemudian, Juhedi dipercaya sebagai kepala Kemenag Pamekasan, lalu berpindah tugas pada Desember 2016 sebagai kepala Kemenag Sampang.

Sejak memimpin Kemenag Sumenep pada tahun 2019, Juhedi melanjutkan program yang sudah dijalankan di periode sebelumnya, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas pendidikan agama.

Dia juga berusaha mewujudkan capaian masyarakat Sumenep yang taat beragama, rukun, cerdasm mandiri dan sejahtera lahir dan batin. Terlebih, visi itu merupakan amanah Kementerian Agama RI untuk menjaga seluruh jajaran Kemenag Pusat dan daerah menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antara umat beragama.

Sejatinya, dia tidak ingin diberi penghargaan berlebihan dari tugas yang dijalaninya. Yang dipikirkan hanya ingin memajukan Sumenep yang berlandaskan agama. Sebab, Kemenag memiliki fungsi strategis dan fungsi pendidikan.

“Semboyan yang selalu yang saya ingat dan tanamkan pada diri adalah jaga idealisme, kejujuran integriras dan budaya kerja,” ujarnya.

Suami dari Sri Nurhafidah itu berpesan, dalam kehidupan yang penuh ini perlu berbakti kepada kedua orangtua. Sebab, peran orangtua sangat penting dan berpengaruh pada kehidypan yang fana ini.

Sebaliknya, kedua orang tua juga wajib mengawasi buah hatinya sebaik mungkin, agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dan dapat merusak agama bangsa dan negara.

Di usianya yang sudah menginjak 55 tahun ini, dia ingin menjadi inspirasi banyak orang. Apalagi, heteguhan hatinya membawa perubahan dan berbuah banyak prestasi. Tetapi Juhedi tidak serta merta membanggagakan diri, melainkan rendah hati.

“Kedua orangtuaku mengajarkan bahwa menjadi orang itu harus rendah hati, jangan merasa tinggi, karena sebenarnya di atas langit masih ada langit lagi, dalam hal ini jangan sombong karena kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan Allah SWT,” pungkasnya. (imd/waw)

———————————————————————–

Nama Lengkap: Juhedi

Istri: Hj. Sri Nurhafidah

Orangtua: H. Suryan dan ibunda Hj. Sahena

Anak: Fenty Ridawati (suami Habibi) cucu Findra, anak kedua: Anas Rusfandi

-Prestasi

PRESTASI

Juara 1 pengawas PAI

Madrasah Berprestasi Kabupaten Pamekasan tahun 2009

Juara 2 Pengawas Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2009

Pejabat terrpopuler di Madura Award 2014.

Anugrah Top 50 pemimpin pembawa perubahan oleh 7 SKy media tahun 2020

PENDIDIKAN

SDN Montok 1 tahun 1977

SMPN Pamekasan tahun 1981

PGAN Pamekasan tahun 1984

Sarjana Muda IAIN Pamekasan tahun 1987

S1 IAIN Pamekasan tahun 1988

S2 IMNI Surabaya Managemen pendidikan tahun 2007

ORGANISASI

PMII tahun 1985 2 periode

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan 2020

Ketua Tanfidziyah NWCNU Larangan Pamekasan 2020

 

Komentar

News Feed