Mengenal Sosok Moch. Supriadi, Kepala SLB Samudra Lavender yang Mengajar dengan Sepenuh Hati

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELAJAR: Mochamad Supriadi, Kepala SLB Lavender saat bersama anak didiknya.

KABARMADURA.ID | Tidak sembarang orang memiliki minat mengajar di sekolah luar biasa (SLB). Sebab, untuk mengajar siswa di dalamnya perlu kesabaran ekstra. Seperti halnya Moch. Supriadi, salah satu staf pengajar SLB Samudra Lavender Bangkalan.

FA’IN NADOFATUL M, BANGKALAN

            Pria yang akrab disapa Adi itu mulai terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 2015, setelah lulus dari Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Setelah enam tahun mengajar di SLB Samudera Lavender, ia dipercaya menjadi kepala sekolah, tepatnya pada Januari kemarin.

Selama mengajar dan mendidik siswa-siswi SLB Samudra Lavender, ia mendapatkan banyak pengalaman. Bahkan tidak jarang, mengalami kekerasan fisik oleh anak didiknya yang mengalami tantrum atau ledakan emosi. Hal itu tidak menyurutkan semangatnya, sebab ia mengajar dengan cinta.

“Saya pernah digampar karena waktu itu anak sedang tantrum. Memang sakit, tapi saya balas dengan senyuman dan menenangkannya. Karena saya memaklumi, murid saya ini bukan murid biasa,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Adi mengutarakan, kekerasan yang dilakukan oleh muridnya menjadi tantangan tersendiri baginya. “Jadi kami terbiasa dengan hal-hal seperti itu, terlebih anak-anak istimewa ini tidak jarang kekuatannya dua kali lipat dari kami. Bahkan ada yang kepala guru sampai berdarah, tapi tidak membuat kapok. Tapi ini tantangan sebagai guru,” jelasnya.

Ketertarikannya pada dunia pendidikan sendiri dimulai dari  kecintaannya pada anak-anak. Bahkan, cita-cita menjadi seorang guru sudah lama didambakannya. Ia menambahkan, bahwa siswa di SLB Samudra Lavender merupakan siswa yang patuh dan mudah diajari.

“Jadi saya merasakan sendiri, ketika berhasil mengajari anak ke toilet secara mandiri  atau toilet training, dan anak itu bisa, saya sangat senang dan bangga. Anak-anak dengan keistimewaan ini malah lebih istimewa daripada anak biasa, seperti lebih penurut,” tandasnya.

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *