oleh

Mengenal Sosok Nora Fitriyah Miss Batik Fashion Fair 2019

Kabarmadura.id/Pamekasan-Berprestasi merupakan sesuatu  yang dicita-citakan oleh setiap  manusia, utamanya bagi anak muda yang sedang menempuh pendidikan, begitulah yang menjadi motivasi dari seorang   Nora Fitriyah Miss Batik Fashion Fair 2019.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Momen bersejarah bagi sosok rupawan itu jatuh pada 1 desember 2019. Di hari itu, dirinya dinobatkan sebagai salah satu Miss Batik Fashion Fair 2019 di Grand City Surabaya.

Perasaan bangga serta bahagia terpancar dari perempuan asal Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan tersebut. Sebab, sebagian usahanya menjadi generasi hebat masa depan sudah menuai hasil.

Diungkapkan olehnya, salah satu persiapan yang dilakukan olehnya, yakni dengan cara  mempelajari batik dengan lebih mendalam, tentunya tidak hanya batik Pamekasan, tetapi batik Indonesia secara umum.

Meskipun diakuinya, batik bukan merupakan hal yang asing baginya. Terlahir di kabupaten yang baru getol mempromosikan batik sebagai identitas tanah kelahirannya. Namun tidak lantas membuat dirinya enggan mempelajari batik dengan lebih mendalam. Terlebih, pada ajang yang diikutinya, dirinya dituntut mempersiapkan pidato tentang batik.

“Saya memberanikan diri untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam speech yang saya sampaikan. Alhamdulillah bisa menyampaikan speech as well as I can,” ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Sosok perempuan telaten tersebut itu mengatakan, usahanya kali ini hanya dipersiapkan selama kurang lebih dua minggu, dirinya pada mentor yang konsentrasinya pada persiapan perlombaan, sehingga dirinya mampu bersaing dan meraih juara.

Perempuan kelahiran Pamekasan 22 September 1999 itu, mengaku termotivasi mengikuti ajang ini, karena ingin menantang dirinya sendiri untuk mengikuti ajang yang lebih besar kedepannya.

Selain Runner Up I Miss Batik Fashion Fair 2019, putri dari pasangan Amin Jakfar dan Riza Pahlevy itu, juga sudah berprestasi di ajang lainnya. Di antaranya, juara I Muslimah Fashion Show 2018 se-Madura, The Winner Indonesian Model Hunt 2018 di Jakarta, The Winner Smart Model Look Indonesia 2018 di Bali.

Lanjut Nora, selain faktor keberuntungan, didikan orang tua menjadi salah satu faktor dirinya bisa berkesempatan menjadi juara di berbagai ajang. Sebab, orang tuanya tidak pernah melarangnya untuk mengikuti kompetisi apapun yamg bernilai positif.

“Jadi memang saya diberi kebebasan untuk mengembangkan apapun bakat yang saya punya dan di bidang apapun,” terangnya.

Sebagai putri asli Pamekasan, dirinya berkomitmen untuk terus mengeksplore seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Pamekasan, khususnya potensi batik tulis khas Bumi Pamelingan, agar lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.

“Saya berharap kedepannya bisa memiliki kesempatan pada ajang yang lebih bergengsi untuk membanggakan orang tua,” tutupnya. (pin)

 

 

Komentar

News Feed