Mengenal Sosok Politisi PKB, Dulsiam, Lantang Perjuangkan Pembangunan Pendidikan Rakyat Kepulauan

  • Whatsapp
(FOTO: Dulsiam for Kabar Madura) H.Dulsiam,S.Ag M.Pd: Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

KABARMADURA.ID | SUMENEP – Sosok pria bernama Dulsiam ini patut diapresiasi. Perjuangannya terhadap pembangunan di wilayah Kepulauan Sumenep tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia selalu lantang menyuarakan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan. Perjuangan yang cukup luar biasa untuk rakyat juga di bidang pendidikan.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Pria kelahiran Sumenep, 15 Mei 1975 ini mengaku, tanpa henti untuk berjuang dan bermanfaat kepada orang lain adalah prinsip hidup yang ditanamkan selama ini. Sehingga, dapat dikenal masyarakat Sumenep. Dari sebelum menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) sudah pandai berbaur dengan masyarakat.

“Saya hidup hanya untuk kesejahteraan rakyat dan umat Islam. Serta tanpa henti mengabdi,” katanya, Selasa (30/11/2021).

Ketua Komisi III DPRD ini dikenal tekun serta sabar, pandai menghormat pada yang lebih tua dan padai menghargai pada yang lebih muda, terlebih pada guru serta kedua orang tuanya.

Siapa sangka dia bisa menjadi DPRD Sumenep. Sebab, hanya berlatar belakang petani. Tetapi, berkat dukungan para tokoh untuk maju sebagai wakil rakyat itu, cita-citanya akhirnya terkabul.

Bukan hanya itu, yang menjadi motivasi menjadi DPRD Sumenep, dia  mempunyai tekad besar untuk membantu sesama serta rakyat kecil. Sebab, dia  sadar bahwa menjadi rakyat kecil memang sangat sengsara.

Kemampuannya mengakomodir dan dapat memimpin organisasi dengan baik karena terbiasa aktif di organisasi. Tahun 2005-2008 dia diamanahkan sebagai sekretaris MWC NU Sapeken, kemudian jadi Sekretaris PAC PKB Sapeken di  tahun 2000-2005 dan menduduki ketua PAC PKB Sapeken tahun 2008-2010.

Sejak 2009 hingga sekarang, Dulsiam masih bertahan sebagai anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PKB.

“Terbiasa menjalankan ibadah, disiplin serta melakukan aktivitas di pondok (Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo) menjadi kebiasaan saat ini,” tegasnya.

Menurutnya, kunci sukses itu tidak lepas dari hidup sengsara terlebih dahulu. Yang tidak dia lupaakan adalah membangun komitmen dengan orang lain dan pandai membantu sesama dengan penuh keikhlasan.

Selama ini, pria yang berasal dari Kepulauan Sumenep ini terus berjuang mengembangkan infrastruktur jalan, kesejahteraan pendidikan dan lainnya di wilayah kepulauan.

“Jabatan ini murni untuk kesejahteraan masyarakat kepulauan serta Sumenep pada umumnya,” papar  lulusan magister (S2) di Universitas Kanjuruhan, Malang, pada 2003 itu.

“Saya berpesan pada seluruh rakyat Sumenep bahwa jangan pernah merasa puas berjuang. Sebab, orang yang merasa cukup pada keadaan sekarang, maka akan tertindas,” ucap pria yang familiar disapa Pak Haji itu

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *