Mengenal Subairiyanto, Kabid PNFI Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang.

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang – Tidak ada kata tua untuk sebuah pengabdian. Begitulah yang menjadi prinsip Subairiyanto, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Menjelang purna tugas, ia berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa dan memajukan serta meningkatkan kualitas pendidikan di Sampang.

SUBHAN, SAMPANG

Di usianya yang tak lagi muda, semangat mengabdi yang dilakukan oleh Subairiyanto tak pernah surut.             Sebelum pensiun sebagai ASN, bapak tiga anak ini berkomitmen memajukan dunia pendidikan di wilayah itu.

Pria kelahiran Pemekasan 09 Juni 1964 itu, pertama kali diangkat menjadi ASN pada tahun 1987, dengan menjadi guru di SDN Napo Daya II Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Setelah itu ia dipindahtugaskan mengajar di sejumlah lembaga sekolah negeri di wilayah Kota Bahari.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1997 diangkat menjadi kepala sekolah SDN Tobaih Tengah I Sampang, pada tahun 2001 dipindah ke SDN Tobaih Timur II, terus lama-kelamaan dipindah lagi menjadi Kepsek di SDN Tobaih Tengah II.  Pada tahun 2010 setelah enam tahun pengabdiannya di SDN Tobaih Tengah II diangkat menjadi pengawas sekolah di Kecamatan Karangpenang.

Pada tahun 2012, pria yang genap berusia 55 tahun itu diangkat menjadi kepala UPTD Karanganpenang. Berbekal pengetahuan yang mempuni, khususnya di bidang pendidikan dan ditopang pengalaman menjadi Guru, Kepsek, Pengawas dan Kepala UPTD, akhirnya, Bairi (sapaan akrabnya) pada pertengahan tahun 2017 diangkat menjadi Kabid PAUD dan PNFI di Disdik Sampang sampai sekarang.

“Saya hanya berkeinginan memaksimalkan pengabdian, khususnya di dunia pendidikan sebelum purna tugas sebagai abdi negara di Sampang,”ungkap Bairi saat ditemui Kabar Madura di rungan kerjanya, kemarin (9/7).

Kata Bairi masa pensiun dirinya hanya tinggal tiga tahun, sebab batasan pensiun ASN setara kabid di usai 58 tahun. Untuk itu, dirinya tidak akan menyianyiakan sisi masa pengabdiannya sebagai ASN di Sampang. Ia hanya ingin dirinya terus bermanfaat, terlebih saat ini, dipercaya menjadi Kabid di Disdik Sampang.

Untuk itu, ke depan ia akan berikhtiar memajukan pendidikan di Sampang dengan melahirkan kebijakan yang visioner dan menjalankan amanah dan tugas dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya dunia pendidikan di Sampang lebih baik dan maju.

“Prinsipnya, saya hanya ingin bermanfaat, makanya saya akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan kualitas pendidikan, khusus PAUD dan PNFI serta pendidikan secara umum,”terangnya.

Bairi terlahir dari keluarga yang sederhana dan dibesarkan di Kabupaten Pamekasan. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri I Batu Kerbuy, Kecamatan Pasean Pemekasan lulus tahun 1980. Ia melanjutkan ke SMP Negeri I Waru Pamekasan lulus 1983, setelah itu melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Pemekasan lulus 1986. Sementara, untuk pendidikan sarjananya, Strata 1 (S1) bidang PPKN di UNIPA Surabaya lulus tahun 2001 dan berhasil menuntaskan S2 Magister Pendidikan di UNIPA Surabaya juga. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *