oleh

Mengenal Tokoh Muda Bumi Pamelingan RP Wazirul Jihad

Kabarmadura.id/Pamekasan-Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan sebuah kewajiban. Namun, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kecintaan kepada NKRI. Sosok Raden Panji (RP) Wazirul Jihad atau akrab disapa Ra Wazir, menjadi salah satu tokoh muda di Bumi Ratu Pamelingan yang memilih menunjukkan kecintaan terhadap NKRI dengan meneguhkan keislaman dan keindonesiaan.

MUALLIFAH, PAMEKASAN

Berstatus sebagai tenaga pendidik di MTs Miftahul Ulum Bettet Pamekasan sejak tahun 2003. Ra Wazir menjadi sosok yang disegani oleh masyarakat di sekitarnya. Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya ini, memiliki cara tersendiri untuk meneguhkan keislaman dan keindonesiaan melalui seni politik.

Tampil sebagai politikus muda, saat ini pria yang kental dengan latar belakang pesantren ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan.

Ditemui di tengah-tengah kesibukannya sebagai salah satu sebagai Dewan Pondok Pesantren Darussalam Jungcangcang Pamekasan, pria kelahiran 1977 ini mengaku, sudah menggeluti dunia politik sejak 2006 lalu di partai PPP.

Dirinya mengungkapkan, alasan kuat dirinya memilih PPP, lantaran ingin melanjutkan perjuangan untuk berkhidmat mencintai Indonesia. Apalagi baginya, pada saat PPP didirikan, PPP menjadi satu-satunya partai dengan background keislaman, serta dengan lantang menunjukkan kecintaan kepada Indonesia.

“Motto hidup yang selama ini tertanam kuat pada saya sebagai politisi, yakni, ‘jadi apapun kamu, bahkan presiden sekalipun tetaplah harus mengajar’. Pegangan hidup ini, saya belajar dari ibu saya. Di samping itu, ini juga bentuk pengabdian saya sebagai manusia agar berbakti terhadap umat, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ungkapnya, Senin (6/1/2020).

Sepak terjang di organisasi nampaknya menjadi salah satu dasar kuat Ra Wazir dalam menzakatkan waktunya untuk umat. Aktif sebagai Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Adab Cabang Surabaya Selatan pada tahun 1999 lalu.

Dirinya melanjutkan perjuangan di organisasi dengan menjadi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur pada  tahun 2003. Tidak cukup sampai disitu, dirinya melanjutkan kiprah di dunia organisasi dengan aktif sebagai Dewan Pakar Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur 2014.

Kemudian sejak 2015 hingga sekarang, dirinya aktif sebagai Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurusa Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

Selain itu, dirinya juga disibukan mengabdikan diri di dunia seni, dengan menjabat sebagai Direktur Raden Mas Celleng Institute sejak 2015-sekarang. Dirinya juga menjadi Ketua Koloman Pojok Surau sejak 2017-sekarang. Berabagai kesibukan di bidang organisasi, menjadi pemicu dirinya untuk semangat berkhidmat bagi masyarakat.

Sosoknya yang sudah dikaruniai satu orang anak ini mengaku, bahwa selama ini dunia politik tidak serta-merta untuk merebut kekuasaan, akan tetapi semangat untuk meneguhkan keislaman dan keindonesiaan.

“Mengabdikan diri kepada masyarakat, menyebarkan ajaran Islam serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan menjadi salah satu hal yang sampai saat ini menjadi motivasi saya tetap terjun dalam dunia politik,” tuturnya. (pin)

 

Komentar

News Feed