Menggapai Surga di Tengah Kenikmatan Dunia

  • Whatsapp

Presensi           : Saiful Bahri, Mahasiswa Studi Agama di UIN-SUKA Yogyakarta

            Dunia yang penuh kenikmatan ini sejatinya ujian bagi kita semua. Apakah kita masih tetap berada dalam ranah binikmatillah, rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita semua. Atau kita justru terlena dengan kenikmatan dunia ini hingga kita melupakan-Nya. Ibadah shalat kita lalai, terburu-buru dan tidak khusyuk. Hingga pada titik tertentu kita harus sadar bahwa kita begitu tidak pantas mendapatkan surga-Nya.

Karena semua kelalaian, kesalahan dan kecerobohan dalam beribadah akan mengakibatkan tertutupnya hati kita secara rohaniah. Sehingga, hati kita akan buta, keras, lupa terhadap diri sendiri dan bahkan kehidupan kita di dunia akan terombang-ambing oleh kesulitan. Hingga pada titik yang sama akan berdampak kepada kezhaliman; Perilaku yang hina terhadap sesama dan akan membawa kesesatan di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, Ahfa Waid dalam buku Dear Allah, Aku Tak Pantas Masuk Surga berusaha menyadarkan kita semua untuk kita kembali di jalan yang sesuai dengan proporsi esensial ibadah tersebut. Artinya buku ini akan memberikan cara untuk bisa flashback terhadap kesalahan, kelalaian dan kecerobohan dalam beribadah. Agar bisa kembali untuk mengoptimalkan kesempurnaan kita dalam beribadah sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita semua.

Setiap ibadah yang kita jalani, kadang hanya sekadar melaksanakan kewajiban. Tanpa menyelami keikhlasan, ketulusan, kekhusyukan di dalamnya. Kita shalat, namun pikiran kita jauh memikirkan sesuatu yang bersifat kepentingan dunia. Bahkan kita dalam puasa, tidak nyaman untuk tidak merasani orang lain. Kita hanya sekadar menahan lapar tanpa ada nilai transendental yang terhubung di dalamnya.

Kita harus tahu bahwa keseimbangan di dalam menjalani kehidupan adalah satu hal yang sangat penting untuk kita jalani. Nabi Muhammad SAW telah memberikan nasihat kepada kita semua bahwa dual hal yang harus sama-sama kita kerjakan. Yaitu ibadah spiritual yang berbentuk perintah yang wajib seperti shalat lima waktu, puasa, zakat dan ibadah sunnah Rasulullah. Serta ibadah sosial seperti bekerja untuk kebutuhan makan hidup sehari-hari, saling tolong menolong dan membangun keharmonisan satu sama lainnya.

Itu adalah cara bagaimana menghamba yang baik serta membuktikan bahwa kita pantas mendapatkan surga dengan syarat kita tidak melupakan keduanya atau bahkan melalaikan salah satu di antaranya. Mengerjakan ibadah hingga melupakan kewajiban dunia juga tidak baik. Pun juga mengerjakan kepentingan dunia hingga kita melalaikan ibadah kita bahkan melupakannya.

Dari situlah Ahfa Waid menyebutkan contoh-contoh kesalahan, kelalaian dan kecerobohan kita dalam melakukan ibadah hingga kita tidak pantas mendapatkan surga-Nya. Karena kita melupakan keseimbangan tadi. Karena dua tipikal ibadah sejatinya sangat berfungsi dalam mengontrol diri kita di dunia sekaligus persiapan menjelang di kehidupan akhirat kelak.

Oleh sebab itu, buku ini hadir sebagai pedoman kita secara umum di dalam melaksanakan ibadah yang baik. Serta bagaimana akan membangun kesadaran diri kita untuk menyadari bahwa kita pantas mendapatkan surga-Nya bukan dengan cara-cara yang ceroboh, salah dan lalai. Kita akan dibimbing dari bab ke bab untuk mengingat kembali kesalahan kita dalam beribadah serta dampaknya bagi kita jika kita tidak segera memperbaikinya.

Dengan bahasa yang begitu renyah. Ungkapan kata-kata yang puitis serta pesan-pesan yang penuh dengan motivasi. Buku ini layak untuk dinikmati oleh khalayak umum terutama bagi kita semua yang mau bersungguh-sungguh ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya.

Judul Buku      : Dear Allah, Aku Tak Pantas Masuk Surga

Penulis             : Ahfa Waid

Penerbit           : Laksana

Terbit               : Cetakan Pertama 2019

Tebal               : 228 halaman

ISBN               : 978-602-407-581-1

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *