oleh

Menghidupkan Kembali Nilai Tradisi Budaya Leluhur.

KABARMADURA.ID, Sumenep –  Bagi warga Madura, sebagian sudah akrab dengan Manok Puter. Ya, burung yang dalam bahasa Indonesianya bernama puter tersebut memiliki kelompok pecinta yang beragam. Mulai dari pecinta karena suaranya, hingga keunikan dan bahkan sangkar yang digunakan.

Di Sumenep, tepatnya di desa Moncek Timur terdapat Komunitas Puter Pelung dengan nama Puter Pelung Pemersatu Pecinta dan Pelestarian Puter Pelung Seluruh Indonesia  (P5SI). Mereka adalah sekelompok orang pelestari Puter Pelung.

Secara usia, P5SI baru berdiri pada Januari 2020 lalu. Namun, eksistensi mereka mulai diperhitungkan karena selalu bertambah anggotanya. Rutin gelar lomba, gantangan dan kegiatan utamanya istighosah menjadi ciri khas dari P5SI tersebut. Tidak heran, jangkauan keanggotan komunitas ini juga merambah ke Desa Ellak Daya dan Daramista Kecamatan Lenteng.

Sekretaris Majelis (P5SI) Sumenep, H. Nurullah mengatakan, komunitas tujuan utamanya adalah sarana silaturahmi para pecinta burung puter.  “Komunitas ini juga sering mengadakan lomba untuk menyatukan masyarakat agar saling mencintai sesama,” katanya Minggu (25/10/2020)

Untuk mengetahui kapan P5SI melakukan gantangan suara alam puter pelung atau kontes adu suara indah puter pelung, sejatinya sangat mudah. Karena setiap malam Senin, komunitas beranggotakan sebanyak 28 orang  biasa menggelar gantangan. Dari gantangan tersebut, anda akan menerima suara unik dan suara khas burung puter pelung.

“Ketika mengadakan lomba, yang dinilai adalah suara burung puter yang unik dan langka. Ternyata keunikan itu yang menjadikan banyak orang berminat untuk bergabung,” tukasnya.

Nurul menambahkan, terkadang melaksanakan perlombaan burung puter pelung ini, juga berefek positif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat di kegiatan itu tentu masyarakat pecinta burung serta peserta dari luar daerah pasti datang ke Sumenep. Bahkan, jika perlu se Indonesia berdamai dan berkumpul.

“Kami berharap semua komunitas pecinta burung agar selalu merawat dengan mencintai ciptaan sang khalik,” pungkasnya. (imd/bri)

Komentar

News Feed