Mengingat Jalan Berliku Sunarto

  • Whatsapp
KM/FA'IN NADOFATUL M. Sunarto: Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak selamanya diimpikan oleh seseorang. Banyak profesi yang dinilai lebih menjanjikan kesejahteraan hidup, ketimbang profesi sebagai abdi negara. Hal itu dulunya yang menjadi pandangan hidup Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan Sunarto

FA’IN NADOFATUL M, Kota

Sebelum mengarungi pengabdian sebagai ASN di lingkungan Disdik Provinsi Jawa Timur, Sunarto muda yang baru lulus SMA waktu itu mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah mengenal dan mengerti apa itu Pegawai Negeri Sipi (PNS) saat ini menjadi ASN. Namun, takdir berkata lain.

Sunarto dulunya berniat untuk sekedar bekerja di percetakan majalah ‘kuncup’ untuk anak-anak sekolah dasar (SD) yang dimiliki oleh Kepala Disdik Surabaya. Namun siapa menyangka, niat hati Sunarto itu, malah menjadi awal karir dirinya hingga menjadi ai pegawai honorer di kantor Disdik Surabaya.

“Awalnya, saya bilang gini, Pak, nanti saya ingin bekerja disini (majalah kuncup, red) kalau sudah gak ikut kakak saya. Lamarannya gimana pak?. Dia bilang, minta ke sopir saya. Ternyata saya diberi lamaran untuk ke kantor Disdik. Saya gak tau kalau yang saya tulis itu lamaran pekerjaan pegawai di kantor disdik,” jelasnya. Minggu (7/7).

Sebelum diterima menjadi pegawai honorer, jalan terjal pernah dilalui Sunarto waktu masih muda. Sunarto pernah bekerja di tempat pemotongan kayu yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama satu tahun.

Awalnya, Sunarto enggan meninggalkan pekerjaan tersebut, sebab gajinya lumayan besar. Karena mendapat peringatan dari ayahnya, jika tidak pulang tidak akan diakui anak. Akhirnya Sunarto pulang secara diam-diam dari perusahaan penebangan kayu di NTB tersebut.

“Pak iki loh, bayaran dadi pegawai Rp15 ribu. Nak NTB aku bayaran Rp110 ribu pak. Kata bapak saya, Yo wis le, gak opo-opo. Lakonono sik. Kata bapak saya gitu,” kata Sunarto sambil menirukan apa kata ayahnya dengan bahasa Jawa.

Setelah menuruti apa kata sang ayah, Sunarto akhirnya diangkat menjadi PNS setelah mengabdi menjadi pegawai honorer selama 5 tahun di Disdik Surabaya. Hingga saat ini dirinya menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan.

Dilanjutkan Sunarto, setelah puluhan tahun menjadi ASN di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya. Kini Sunarto menlanjutkan pengabdiannya menjadi Kepala Cabang (Kacab) Disdik Provinsi Jawa Timur wilayah Bangkalan.

Baru diangkat pada Januari 2019, Sunarto langsung disambut dengan “hangat: oleh masyarakat Bangkalan. Sambutan hangat itu diterima Sunarto saat dirinya belum genap 6 bulan menjabat Kacab Disdik Provinsi Jawa Timur wilayah Bangkalan, dirinya langsung mendapat sambutan “hangat” berupa demo oleh puluhan aktivis mahasiswa Bangkalan.

“Yang paling berkesan itu di Bangkalan. Belum lama saya duduk disini, saya didemo besar dengan marah-marah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sunarto mengatakan, masyarakat Bangkalan merupakan masyarakat yang unik dengan berbagai karakter yang berbeda dengan kondisi di Surabaya. Sunarto juga  mengatakan,  apapun yang ada di Bangkalan dirinya akan selalu menerapkan pelayanan yang baik. Bahkan dirinya selalu mewanti-wanti semua pegawai yang ada di Disdik Bangkalan untuk tidak mengecewakan masyarakat.

“Saya selalu menerapkan prinsip kerja harus ngantor, jadi sekalipun saya rapat diluar kantor, saya sempatkan dulu untuk hadir di kantor. Kalau saya sering gak masuk, gimana nanti pelayanan,” tuturnya.

Menurutnya, banyak sisi unik yang membuatnya berkesan selama di Bangkalan. Dirinya memberi contoh seperti masalah Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), jika di Surabaya semuanya meributkan sistem tersebut. Sunarto mengatakan, di Bangkalan berbeda yakni lebih tenang dan kondusif.

Sebab, dirinya menjelaskan PPDB SMA/SMK di Bangkalan hanya satu sekolah saja yang mampu memenuhi pagu. Untuk itu, dirinya terus merangkul, memberikan edukasi, berkoordinasi dan menggandeng masyarakat Bangkalan demi kelancaran dan memajukan pendidikan yang ada di Bangkalan.

“Yang penting, bekerja harus sesuai dengan ketentuan. Saya selalu mewanti-wanti pada semua pegawai disdik disini pelayanan harus kondusif dan selalu memberi pelayanan yang terbaik,” katanya. (pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *