oleh

Mengintip Kesuksesan Ulfatun Hasanah Raih Beasiswa S-2

Sempat Frustasi Selesaikan Kuliah Karena Terbentur Biaya

Kabarmadura.id/Pamekasan-Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang seseorang untuk memperoleh ilmu berlimpah. Hanya butuh niat kuat dan kegigihan untuk menjadi pribadi yang berilmu. Hal itu yang dibuktikan oleh peraih beasiswa S-2 Ulfatun Hasanah.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Sosok yang sangat sederhana itu, tampak penuh syukur setelah dinobatkan sebagai wisudawati terbaik di Universitas Islam Madura (UIM). Terlebih, kebanggaan itu semakin disempurnakan dengan beasiswa S-2 yang diberikan pihak kampus kepadanya.

Kendati demikian, pencapaian yang diraih tidak lantas membuat dirinya lupa akar. Dirinya lebih memilih untuk menjadikan prestasi yang diraihnya sebagai pelecut semangat, untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang.

Kepada Kabar Madura, perempuan kelahiran Pamekasan 18 Mei 1997 itu mengaku, pernah frustasi di awal masa kuliah. Sebab, dirinya harus ikhlas ditinggalkan sosok panutan yang sejak awal mendukung dirinya untuk menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sosok tersebut, yakni Almarhumah Ibu Hasudah, yang tak lain merupakan ibundanya.

Meski demikian, dirinya tidak lantas menyerah untuk bisa menyelesaikan kuliah, meskipun ibunda yang sejak awal mencari biaya kuliah telah meninggalkannya. Namun dirinya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

Bahkan, berkat semangat yang diberikan oleh ibundanya itu, dirinya rela membagi waktu kuliah untuk mencari penghasilan. Salah satunya dengan menjadi tenaga pengajar di sejumlah lembaga, serta membuka les private.

“Pada awal saya kuliah saya ditinggalkan oleh ibu saya,” paparnya penuh haru, Senin (20/1/2020).

Perempuan asal Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan ini mengatakan, dalam menjalani proses kuliah, ada empat hal yang terus digenjot secara konsisten, hingga dirinya bisa mendapatkan penghargaan di saat wisuda.

Pertama, dirinya terus menekuni hal yang disukai, sehingga dirinya mampu menguasai hal tersebut. Kedua, open minded, artinya terus terbuka dengan beberapa inovasi  yang baru, pengetahun yang baru supaya memperoleh gagasan yang baru.

Ketiga, dirinya tidak pernah merasa puas atas pencapaian yang didapat, sehinga dirinya bisa terus berbenah untuk bisa bersaing dari semua tantangan yang dihadapi. Keempat, adalah do’a serta restu orangtua yang terus dia minta.

Sosok yang sangat menginsprasi mengungkapkan, dalam setiap proses yang dijalani, dirinya selalu mengingat sosok alamarhumah ibundanya yang semasa hidup terus memberikan semangat, agar dirinya sukses berdikari dalam perjalan studinya.

“Ibu saya yang terus membakar semangat saya,” ujarnya. (pin)

Komentar

News Feed