Mengintip Kunci Sukses Musaiyana Sang Pemuda Pelopor

  • Whatsapp
INSPIRATIF: Salah satu kegiatan yang dijalankan Musaiyana yang merupakan pemuda pelopor tingkat nasional di Kabupaten Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Musaiyanah, begitu kedua orang tuanya menyematkan nama pada perempuan kelahiran  03 Juli 1997 itu. Lahir di salah satu daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, tak lantas menjadikan dirinya berpangku tangan dengan keadaan sekitar. Bahkan, keterbatasan akses pelayanan pemerintahan membuat dirinya terpanggil untuk mengangkat tempat kelahirannya ke khalayak ramai, tentunya dengan torehan prestasi.

SUBHAN, KOTA

Motivasi untuk memberikan kontribusi besar pada tempat kelahiran, menghantarkan alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu, menjadi pemuda pelopor tingkat nasional tahun 2019 di bidang agama sosial budaya

Tekadnya menjadi seorang pemuda pelopor, diakui didorong oleh keresahan yang selalu menghantuinya, saat dirinya melihat kondisi sosial masyarakat dan citra kabupaten tempat kelahirannya dinilai kurang baik oleh publik.

Alumnus Fakultas Syariah Dan Hukum, UIN Sunan Ampel Surabaya 2015 itu, memiliki keyakinan, bahwa Indonesia tidak terang karena obor-obor dan lampu-lampu dari Jakarta, tetapi Indonesia akan terang karena lilin-lilin kecil di desa. Berbuat yang terbaik dan menebar kebermanfaatan diri kepada sesame, akan membantu dalam terwujudnya Sampang hebat bermartabat.

Keyakinan itu membuat Musaiyana terus memegang prinsip untuk terus menebar manfaat bagi kehidupan di sekitarnya. Bagkan, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ia tidak mau hanya hidup besok, maka hari ini harus terus berbuat yang terbaik dan bermanfaat kepada sesama dan tentunya dapat mendorong kemajuan Sampang ke depan.

“Sebenarnya saya berangkat dari keresahan kondisi sosial dan Kabupaten Sampang yang masih berada diurutan peringkat I di isu negatifnya. Untuk itu, saya akan membuktikan bahwa Sampang yang kita cintai ini akan menjadi peringkat I di isu-isu yang positif,” kata Musaiyana kepada Kabar Madura, Senin (23/9).

Melalui kegigihannya sebagai pemuda pelopor, saat ini dara yang sempat menjadi delegasi Jawa Timur, dalam program Pemuda Mendunia Chapter Batch II Singapore, Singapore pada 2017 lalu itu, sudah memiliki empat desa binaan yang tersebar di Kacamatan Robatal dan Kedungdung, dengan total jumlah relawan mencapai 350 orang dan jumlah pengurus yang aktif sekitar 20 pemuda.

Kendati sudah mengantongi prestasi yang cukup mentereng, namun aktivis Korps PMII Putri (Kopri) Surabaya ini berjanji, akan terus melakukan pembinaan kepada pemuda dan masyarakat secara berkelanjutan ke desa-desa yang lain, melalui giat gerakan sosial kepemudaan berbasis relawan.

Dirinya tidak ingin para pemuda di Kabupaten Sampang, menjadi saling apatis dan hanya bisa saling menyalahkan. Akan tetapi, para memuda harus bisa jadi penggerak dan bergandeng tangan bersama untuk membangun Sampang dan mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0.

Oleh karenanya, melalui kegiatan pembinaan yang dijalankan itu, dirinya menaruh harapan besar, kedepan akan muncul ribuan pemuda di Sampang yang peka terhadap kondisi sosial di sekitar dan bisa hadir dengan berbagai inovasi dan kegiatan positif yang dilakukan tanpa pamrih, demi kemajuan masyarakat Kabupaten Sampang.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Sampang dan semua pihak yang sudah terlibat dalam berbagai kegiatan pemuda pelopor dan sudah memback up saya hingga saat ini. Kuncinya, kalau kita tidak siap sekarang kapan lagi, kalau bukan pemuda-pemuda yang menggerakkan, siapa lagi. Maka kita buktikan bersama dengan bergerak bersama demi kemajuan Sampang kedepan,” terangnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *