Mengintip Kunci Sukses Puguh Santoso dalam Menorehkan Prestasi

  • Whatsapp
RAMAH: Kepala Badan Perencanaan dan  Pengembangan Daerah (Bappeda) Bangkalan

Setiap orang memiliki kunci tersendiri dalam meraih setiap kesuksesan. Pun demikian dengan Kepala Badan Perencanaan dan  Pengembangan Daerah (Bappeda) Bangkalan Puguh Santoso, yang selalu sukses menorehkan prestasi dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.

FA’IN NADOFATUL M, KOTA

Pria kelahiran Kediri ini tidak pernah membuat suasana kantor dinasnya kaku. Dalam bekerja, semua pegawai di kantornya dibuat bekerja dengan sistem kekeluargaan. Hal itu yang kemudian menghantarkan dirinya menyabet juara I pelayanan publik dalam bidang peternakan tingkat nasional.

Penghargaan itu, diraih Puguh (sapaan akrabnya), saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bangkalan pada tahun 2013 lalu.

Kendati saat ini Puguh menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Bangkalan. Dirinya tetap membawa suasana kekeluargaan ke tempat barunya tersebut. Puguh mengatakan, semua tempat bekerja adalah sumber pengetahuan dan tempat belajar.

“Semua itu bukan kinerja saya semata-mata, tetapi kerja tim, bahkan tukang sapu pun ikut mendoakan dan arahan dari pimpinan, semua yang ada disini sudah saya anggap keluarga,” katanya, Senin (7/10).

Selain di dua dinas tersebut, Puguh sempat ditugaskan di Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan dan menjadi Staf Ahli Bupati Bangkalan. Dirinya mengawali karir sebagai abdi negara pada tahun 1985. Dispertaholbun Bangkalan menjadi tempat tugas pertamanya dalam meniti karir.

Ketika menjabat sebagai staf ahli bupati, Puguh sempat dipandang sebelah mata. Sebab, staf ahli bupati dipandang sebagai posisi jabatan titipan. Namun, dirinya tidak peduli dengan sebutan tersebut. Puguh tetap menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya dan sesuai tugasnya.

“Ketika teman-teman menggerutu ditempatkan di staf ahli, tapi saya ndak pernah menggerutu dimanapun saya ditempatkan, saya selalu berfikir Allah ini selalu memberikan hikmah yang bisa saya ambil. Saya bisa tau banyak hal, yang penting prinsip saya kita diberikan amanah harus dijalankan sesuai dengan perintah bupati,” tuturnya.

Awalnya, Puguh tidak pernah berpikir dirinya berada di posisi yang strategis sebagai pimpinan. Dirinya malah ingin menjadi seorang guru waktu itu. Namun, usahanya menjadi seorang pendidik harus kandas, lantaran tidak diterima di salah satu perguruan tinggi kependidikan.

Akhirnya, orang tua Puguh menyarankan untuk masuk ke sekolah pertanian. Dalam benaknya, dirinya hanya menginginkan kebahagian orang tuanya. Bahkan Puguh muda pernah berpikir tidak akan menikah sebelum bisa membuatkan rumah kedua orang tuanya.

“Saya itu anak yang penurut sama orang tua, orang tua saya menyarankan masuk Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), dan Alhamdulillah rejeki saya ternyata disini,” ucapnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan, Puguh memegang prinsip baik dengan orang dan santun kepada semua orang. Bahkan dirinya menanamkan prinsip pada dirinya sendiri dengan sikap selalu memaafkan meski benar.

“Coba kalau wajah saya ini cemberut, cuek dan tidak ramah. Ibaratnya sok sibuk, apa enak menjadi pimpinan seperti itu. Bagi saya semua orang sama saja, hanya pangkat yang membedakan. Namun, semua itu bukan masalah. Bagi saya semua sama. Kita harus santun dan ramah kepada semua orang meskipun itu petani, tukan sapi,” pungkasnya. (pin) 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *