Menguak Kunci Kesuksesan Atlet Tenis Lapangan M. Rezki

  • Whatsapp
MEMBANGGAKAN: M. Rezki Ramadhani adalah salah satu atlet tenis lapangan asal Kabupaten Sampang yang penuh prestasi

Kabarmadura.id/Dukungan dan doa dari kedua orang tua, serta kerabat menjadi penyemangat dan support besar bagi sang atlet tenis lapangan asal Sampang M. Rezki Ramadhani, dalam menorehkan prestasi yang gemilang dan mengharumkan nama baik daerah.

SUBHAN, SAMPANG

Sejak kecil, pria yang akrab disapa Kiki ini mengaku, sudah dilatih olahraga sepak bola oleh orang tuanya sendiri, namun seiring berjalannya waktu, tepatnya setelah menginjak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) atau sekitar usia 10 tahun, dirinya memilih untuk beralih hobi ke olahraga tenis lapangan.

Namun siapa sangka, pilihannya untuk memilih menggeluti olahraga tenis lapangan, mampu menghantarkan dirinya meraih prestasi gemilang. Dirinya mengungkap, kegigihan dan semangat berlatih, terpenting yang paling dipercaya menjadi kunci keberhasilan dalam menorehkan prestasi adalah dukungan dan doa orang tuanya.

Lebih lanjut, kepada Kabar Madura pria kelahiran Sampang 23 Januari 1997 itu menceritakan, berkat doa kedua orang tuanya, dirinya berhasil menorehkan berbagai prestasi dalam ajang pertandingan tenis lapangan. Prestasi terakhir yang berhasil diraihnya, yakni menjadi juara 2 single dan juara 1 double Piala Rektor ITB tahun 2019 di Bandung beberapa waktu yang lalu.

Namun baginya, prestasi yang paling berkesan selama menjadi atlet Sampang, yakni saat pertama kali ikut pertandingan tenis lapangan se-Madura yang dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan beberapa tahun yang lalu. Dalam kesempatan itu, Kiki berhasil menjadi juara 3 single putra, dan pertama kali menjadi juara 1 membela TNI AL.

“Kunci keberhasilan saya, adalah doa dan dukungan orang dan terus giat berlatih,” ucapnya, Senin (14/10)

Tantangan dan hambatan teberat yang harus dia hadapi, yakni melawan rasa malas diri sendiri untuk terus berlatih dan menjadi lebih baik, serta tidak pernah puas atas apa yang pernah kita raih dan didapat selama ini.

Tak hanya itu, untuk menjadi juara dalam sebuah pertandingan itu bukanlah perkara mudah yang bisa dilalui dengan mulus. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan dukungan dan doa dari orang terdekat, utamanya orang tua.

“Tantangan terberat adalah rasa malas, tidak semangat untuk berlatih dan mudah merasa bangga atas capaian, maka semua tantangan ini harus bisa kita lalui dengan dukungan dan doa dari orang tua,” ceritanya kepada Kabar Madura.

Saat ini, lulusan SDN Gunung Sekar 1 Sampang, SMPN 1 Sampang  dan SMAN 1 Sampang itu mengaku, tidak hanya disibukan dengan aktivitas latihan, melainkan juga sibuk dengan aktivitas perkuliahan dan pekerjaan yang dijalani sehari-hari. Saat ini, dirinya berdinas di Koarmada II TNI AL dan menempuh perkuliahan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mengambil jurusan S1 olahraga.

Namun, berbagai kesibukan yang dijalaninya, tidak dijadikan penghambat dalam menorehkan prestasi. Pandai membagi waktu antara belajar, bekerja dan kuliah, menjadi salah satu trik bagi Kiki dalam menjalani kehidupan.

“Prinsipnya kita jangan pernah menyerah, harus rajin latihan , disiplin dan harus percaya diri agar bisa lebih baik kedepannya dan jangan diatur oleh waktu, tetapi kita harus bisa mengaturnya,”jelasnya.

Dengan demikian, Kiki berharap kedepannya agar para atlet, khususmya di Sampang bisa berprestasi lebih baik lagi, kalau bisa sampai go internasional. Ia berpesan setiap hendak bertanding atau berlaga, jika masih memiliki orang tua, sempatkanlah memohon restu dan doanya, dengan harapan langkahnya dipermudah dan menjadi juara.

Karena ia berkeyakinan, setiap pribadi tentunya berkeinginan untuk membanggakan orang tua dan keluarga serta bisa mengharumkan daerah kelahirannya.

“Kunci keberhasilan yang pertama adalah berkat doa dan dukungan dari orang tua dan keluarga serta pembinaan, fasilitasi dari pemerintah daerah,” tutupnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *