Menguak Motivasi Mahmud Zain

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Orang sukses itu butuh proses, bukan banyak protes. Siapa yang punya kemaun pasti ada jalan. Hal itu yang tersemat pada diri Mahmud Zain, siswa kelas 12 SMK Darul Ulum Banyuanyar, hingga mampu menerbitkan 6 buku Novel.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Sosok remaja yang lahir pada tahun 2001 itu mengaku, pertama kali mengesah kemampuannya di bidang kepenulisan hanya setengah-setenngah, sebab ada kesan trauma pada pengalamannya pada tempo dulu, saat gagal meraih keinginan yang diimpikan.

“Pada saat itu saya sadar, bahwa apa yang saya inginkan tidaklah terwujud,” ungkapnya mengawali cerita tentang perjuangannya menjadi seorang novelis, Minggu (2/2/2020).

Namun seiring berjalannya, waktu sosok remaja yang penuh dengan ketekunan itu terus memompa seluruh semangat yang awalnya dihantui kekhawariran, hingga akhirnya bisa didobrak dengan torehan tinta emas karya yang telah diterbitkan.

“Tapi setelah itu saya terus menelaah tulisan saya, sehingga saya semakin yakin kalau kemampuan saya pastilah akan terwujud sesuai apa yang saya harapkan,” yakinnya.

Remaja yang masih duduk di kelas 3 program studi  teknologi komputer dan jaringan tersebut menuturkan, kiat suksesnya dengan cara banyak membaca, sehingga wawasannya bisa diperkaya dengan berbagai literatur yang ada, muaranyaa adalah memberikan pengaruh siginifikan pada hasil karyanya.

“Jika engkau ingin mengenal dunia maka banyaklah membaca, dan jika engkau ingin dikenal oleh dunia maka banyaklah menulis,” ungkapnya.

Karenanya, dia berkomirmen untuk terus berkontribusi di bidang literasi, sehingga bisa menjadi orang yang ingin mengenal dunia,  sekaligus orang yang ingin dikenal oleh dunia.

Diceritakannya, sosok yang sangat berpengaruh dalam kiprahnya menjadi seorang penulis adalah orang tuanya, dirinya selalu semangat untuk menorehkan sebuah karya supaya bisa memetik sebuah keberhasilan dari prosesnya.

Dirinya mengaku selalu berpegang teguh pada pesan orang tuanya dalam mengarungi kehidupannya.

“Nak kejarlah mimpimu asalkan tidak melanggar norma-norma agama Islam. Dan tidak salah kepada orang lain. Jangan pantang menyerah meskipun hidup kita hanya sebatang kara. Kamulah harapan bunda setelah ayahmu pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Jadilah orang yang bisa senangkan dan bisa menyenangkan orang lain. Kata-kata itu yang selalu terpatri dalam dada saya,” tukasnya.

Meskipun sudah menerbitkan 6 buku novel, tidak lantas membuat dirinta sombong, tetapi dirinya sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan sebuah kemampuan, sehingga bisa mengasah kemampuan di bidang kepenulisan.

“Karena keinginan saya adalah menjunjung tinggi nama baik pemuda bangsa Indonesia, sehingga bisa membangkitkan nama baik kita dengan cara menulis naskah, puisi, novel dan sebagainya,” tegasnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *