oleh

Mengulik Jalan Hidup M. Syukri, Wakil Rakyat yang Awali Karir dari Guru

Kabarmadura.id/Sumenep-Sudah dua periode duduk di kursi legislatif, tidak membuatnya lupa dengan bagaimana mengawali karir politiknya itu. Sebelum duduk di parlemen, profesinya adalah guru. Namun sifatnya yang rendah hati dan mudah bergaul, membuatnya berkesempatan berjuang di jalur piolitik.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Syukri namanya. Dia terbiasa menggunakan profesi dan kedudukan yang diemban, hanya untuk mengabdi, baik kepada masyarakat, sekolahnya hingga di pondok pesantren.

Pria kelahiran Sumenep, 14 Juli 1976 ini dikenal tekun dan pandai menghormat pada yang lebih tua, serta pandai menghargai pada yang lebih muda, terlebih pada guru serta kedua orang tuanya.

Dia sempat tidak mengka bisa berhasil jadi anggota DPRD Sumenep. Karena hanya dilatarbelakangi sebagai guru sejati. Syukri menjadi guru sejak tahun 2005 hingga tahun 2014. di Pondok Pesantren (Ponpes) Alhidayah, Arjasa, Sumenep yang diasuh KH.Nurul Huda.

Tetapi, dukungan yang terus mengalir dari para tokoh, membuatnya sadar bahwa ada pengabdian lebih besar yang harus diemban. Kini sudah dua periode bertut-turut mengemban amanah rakyat itu.

Saat masih kuliah, Syukri dikenal mampu memimpin organisasi dengan baik, salah satnya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdhatul Ulama (NU).

“Terbiasa menjalankan ibadah, disiplin serta melakukan aktivitas di pondok ikhlas tanpa melanggar, tentunya patuh kepada orang tua,” katanya, Kamis (2/7/2020)

Menurutnya, kunci sukses itu bisa didapat dari hidup sengsara terlebih dahulu, namun tetap tidak lupa dengan membangun komitmen dengan orang lain serta ikhlas membantu sesama. Hal itu dia yakini, karena dibesarkan dengan kondisi perekonomian yang terbatas. Penghasilan orangtuanya hanya dari pertanian dengan hasil panen musiman.

Putra pasangan almarhum Tahra dan Sittiyah ini punya kegigihan yang tinggi dalam belajar. Menjaga akhlak yang baik juga tetap dipelihara. Sejak kecil, sudah membiasakan hormat kepada kedua orang tua serta sesama, guru dan orang yang berjasa dalam kehidupannya dan tidak sombong kepada siapa pun.

“Sebelum bekarja sempat mengabdi dan apapun yang dapat dikerjakan ya dilaksanakan,” ujarnya.

Ingin berbuat lebih baik dari yang sebelumnya menjadi bagian prinsip selama ini. Sehingga, dirinya berhasil dipercaya sebagai legislator hingga dua periode. Pada periode pertama bertugas di Komisi III DPRD Sumenep sebagai sekretaris dan kini di komisi IV sebagai anggota. Kemudian, menjabat ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda).

Di partainya, dia menjabat sebagai sekretaris Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pemnaguan (DPC PPP) Sumenep hingga saat ini,

Pada tahun 2014, dia ditinggal ayahnya untuk selamanya, saat baru menjabat sebagai DPRD Sumenep. Rasa kehilangan pun dibarengi dengan rasa ikhlas menjalankan amanah. Dari semua yang diajarkan abahnya itu, ada satu yang sangat terkesan, adalah tidak bersikap sombong pada sesama.

Suami dari Fakhratussaidah tersebut dalam menjalankan tugasnya tidak harus bolak-balik ke Kecamatan Arjasa yang ada di Kepulauan Kangayan, Sumenep. Saat ini tinggal di Perumahan Bumi Sumekar Kabupaten Sumenep.

“Demi tugas yang mulia menjadi wakil rakyat kami berani ngontrak bersama istri,” pungkasnya. (waw)

PROFIL M. SYUKRI

Istri: Fakhratussaidah

PENDIDIKAN

SDN Kolo-Kolo II Arjasa Sumenep lulus 1991

SMPN 1 Kolo-Kolo Arjasa Sumenep lulus 1994.

Santri Salafiyah Syafi’iyah Sokorejo 1994-2004

SMA Ibrohimy Sukorejo tahun 1997

Universitas Ibrahimy (UNIB) Sukorejo lulus 2003

ORGANISASI

PMII tahun 1998-2003

NU Kangean hingga sekarang

PENGABDIAN

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep

Ketua Bapemperda DPRD Sumenep

Sekretaris DPC PPP Sumenep

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed