oleh

mengurai Sejarah Singkat Nama Jalan di Kota Dzikir dan Shalawat

Diwujudkan dalam Bentuk Nama Jalan sebagai Bentuk Keabadian Jasanya

KABARMADURA.ID, Bnagkalan – Bangkalan banyak jalan yang cukup menarik perhatian, banyak jalan bernamakan nama tokoh ulama atau pahlawan. Seperti Jalan KH Moh Toha, Jalan KH Marzuki, Jalan KH Moh. Kholil dan masih banyak lagi jalan yang diberikan nama tokoh pahlawan.

Kondisi itu membuat sejumlah pengamat menilai jika dasar dari penyebutan nama pada jalan itu sebagai bentuk menghargai para pahlawan maupun para ulama yang sudah mengharumkan nama baik Bangkalan.

FA’IN NADOFATUL M, BANGKALAN 

Banyaknya jalan yang diberikan nama tokoh pahlawan, Budayawan Bangkalan M. Helmy Prasetya menilai hal tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat atau pemerintah kepada nama-nama yang dianggap pahlawan diwujudkan dengan bentuk nama jalan adalah sebuah langkah keabadian yang layak.

“Bukan tanpa alasan, seperti nama-nama tokoh-tokoh yang berangkat dari lingkungan agama,” katanya, Selasa (11/11/2020)

Dia menjelaskan, misalnya yang sudah sah menjadi nama jalan seperti yang disebutkan di atas. Katanya, hal tersebut merupakan salah satu cara yang mungkin hari ini masih menjadi langkah terbaik.

“Walau semestinya harus ada yang lebih dari ini,” tuturnya.

Maksudnya, Helmy menjelaskan, semestinya harus ada sebuah langkah keabadian yang nyata. Bukan hanya menjadi nama jalan dan bukan hanya soal agar orang-orang tahu dan kenal. Sebab tokoh seperti Mbah Cholil misalnya, siapa yang tak kenal beliau.

“Tapi lebih pada bagaimana jasa-jasa beliau tetap terasa berada di tengah-tengah masyarakat agar tetap hidup bersama masyarakat, sampai kapan saja,” tuturnya.

Banyaknya tokoh ulama atau kiai yang dijadikan nama jalan di Bangkalan punya sejarah perjuangan masing-masing. Namun secara umum, katanya, nama kiai atau tokoh agama itu diambil biasanya berkaitan dengan nama tempat di mana tokoh itu mendirikan pondok pesantren. Seperti KH Kholil di Demangan, KH Moh Yasin di Tarogan, dan lainnya juga demikian.

Lebih lanjut, sebenarnya tidak hanya nama tokoh agama saja yang dijadikan nama jalan di Bangkalan. Katanya, seperti tokoh pahlawan perjuangan dari militer juga banyak. Seperti jalan Letnan Abdullah, Letnan Sunarto, Letnan Mestu, Letnan Singsasro, dll.

“Tapi jika demikian adanya, realitanya memang benar. Artinya, seharusnya tokoh-tokoh agama ditetapkan menjadi nama-nama jalan. Pandangan Madura atau secara khusus Bangkalan, yang dikenal agamis, bisa dibuktikan dari hal itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Mohni menuturkan, dalam momentum hari pahlawan, peringatan hari pahlawan tidak hanya terjadi pada 10 November saja. Namun, harus dikenang sepanjang masa.

Ia juga berharap, adanya perjuangan para pahlawan ini dapat menginspirasi dan memotivasi untuk menjadi lebih semangat. Melawan kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham radikal bahkan wabah Covid-19 yang melanda dunia.

“Apalagi saat ini banyak kegiatan yang tidak terlaksana karena kondisi wabah Covid-19,” tukasnya. (ina/mam)

 

Komentar

News Feed