oleh

Menikmati Langkah Kaki Selama 2 Jam Menuju Sekolah

Kabarmadura.id -Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap insan agar di kehidupan masa depannya bisa cemerlang. Itulah yang menjadi komitmen dari seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Pamekasan.

KHOYRUL UMAM SYARIF

Siang itu terik matahari sangat menyengat, di kejauhan terlihatlah seorang berbaju putih abu-abu keluar dari sekolahnya berjalan dengan santai dengan penuh ceria.

Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan niat Rofiqi Abrori , untuk mencari ilmu meskipun harus berjalan kaki hingga 10 kilometer setiap hari untuk menimba ilmu di sekolahnya.

Kepada Kabar Madura, anak yang dikenal pendiam bercerita, asal mulanya tidak ada yang tahu dengan latar belakangnya, sebab dia tidak mau menengadahkan tangannya kepada orang lain.

Setiap hari, dia harus bangun jam tiga pagi untuk mempersiapkan segala kebutuhan belajarnya di sekolahnya, mulai dari mengerjakan tugas-tugas sekolah hingga membantu aktifitas orang tuanya.

Pria yang aktif menjadi anggota ambalan pramuka SMKN 3 Pamekasan itu, berangkat sekitar pukul 5.30 WIB ke sekolah sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Sebab, butuh waktu hampir dua jam agar dirinya bisa sampai di sekolah.

Sosok ramah itu, saat ini duduk di bangku kelas 10 SMKN 3 Pamekasan. Meski harus menjalani kehidupan yang berbeda dengan teman sebayanya, yang setiap harinya lebih banyak nongkrong di cafe dan banyak menghabiskan uang yang diberikan orang tuanya, dirinya memilih untuk menabung uang jajannya demi memenuhi kebutuhan mencari ilmu.

“Uang jajan yang diberikan oleh orang tua saya tabung, jika sudah cukup nantinya akan belikan sepeda dan laptop, kalau masalah makan sudah terbiasa tidak makan saya, kadang cuma makan roti saja,” paparnya.

Pria yang punya cita-cita menjadi seorang tentara ini mengatakan, selalu berpegang pada prinsi  lebih baik tangan yang di atas dari pada tangan yang di bawah, artinya dia tidak sekalipun merengek kepada temannya gurunya ataupun sanak familinya mengenai kondisinya.

“Sejatinya kesabaran itu harus dimiliki oleh seorang hamba, dan jangan pernah putus asa,” ujarnya.

Putra dari pasangan Syaiful Anam dan Sumiati mengaku, dididik oleh kedua orang tuanya supaya menghadapi hidup dengan penuh sabar dan bisa menjaga etika dengan siapapun.

“Kesopanan lebih tinggi nilainya dari pada kecerdasan,” ungkapnya sambil mengusap keringatnya.

dirinya berharap, kedepan segala urusannya bisa dilancarkan oleh sang maha kuasa sebab perjuangan yang dia lakukan hanyalah untuk membahagiakan dan membanggakan keluarganya. (pin)

Komentar

News Feed