Menilik Eksistensi Daul Combo Putra Panglima, Pertahankan Budaya di Tengah Modernisasi

News190 views

KABARMADURA.ID | Madura kaya akan budaya. Di bidang seni, Madura memiliki musik tradisional berupa musik Daul. Di Sampang terdapat sederet kelompok musik daul combo. Salah satu yang paling eksis yaitu Daul Combo Putra Panglima.

ALI WAFA, SAMPANG

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Bila Madura dikenal dengan musik tradisional daulnya, maka Kabupaten Sampang memiliki musik daul tersendiri yang disebut daul combo. Daul Combo Putra Panglima adalah salah satu kelompok musik daul yang paling eksis. Mereka dibentuk sejak tahun 90-an.

Ketuanya yaitu Moh. Iqbal Arisavala. Pria yang akrab dipanggil Fala itu menceritakan, Daul Combo Putra Panglima pernah vakum selama bertahun-tahun. Baru kemudian bangkit kembali pada 2018 lalu. Munculnya kembali Daul Putra Panglima disambut baik oleh masyarakat Sampang.

Eksistensi mereka langsung melejit dan kerap menjuarai festival daul combo di KOta Bahari. Bahkan, Putra Panglima telah meraih piala bergilir setelah berhasil memboyong juara pertama festival combodug selama tiga kali. Namun untuk bangkit kembali, itu bukan perkara mudah.

Baca Juga:  Krisis Siswa SD Negeri Dianggap Rusak Citra Pendidikan Sumenep

“Kami menghimpun kembali pecinta seni daul. Kami latihan dua sampai tiga kali dalam seminggu,” ungkap Fala.

Menurutnya, musik daul merupakan salah satu kekayaan budaya Madura, terutama di Sampang. Karena itu, daul combo wajib dipertahankan. Mereka merasa beruntung, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mendukung pengembangan musik daul.

Setiap tahun, pemerintah setempat menggelar festival musik daul combo. Putra Panglima tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan tersebut, hingga akhirnya tidak jarang Putra Panglima keluar sebagai juara. Setiap menjelang lomba, latihan dilakukan siang dan malam.

Kini, Putra Panglima terdiri dari 25 personel. Musik daul memang memerlukan banyak personel. Sebab, banyak jenis alat musik yang dimainkan. Mulai dari gamelan, bedug dan lainnya. Semua alat musik itu dijadikan satu di atas kendaraan yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Baca Juga:  Mengenal Novi Kamalia, Aktivis yang Produktif Menulis Buku hingga Rintis Usaha Kuliner dan Travel

Pada saat bulan Ramadan, musik daul mudah ditemukan. Terutama saat sahur. Daul Putra Panglima aktif bermusik dengan berkeliling untuk membangunkan sahur warga Sampang. Mereka membawa bekal dari rumahnya untuk bersantap sahur bersama personel lainnya.

Putra Panglima juga kerap tampil di berbagai event. Sebelum Ramadan tiba, mereka kerap diundang untuk menghibur masyarakat dalam acara haflatul imtihan. Biasanya, mereka diundang oleh lembaga pendidikan diniyah. Di acara pernikahan, Daul Putra Panglima juga sering tampil.

“Meski jaman sudah modern, teknologi sudah canggih, kami tidak ingin budaya musik daul ini punah. Ini harus terus dilestarikan,” tutup Fala.

Redaktur: Moh. Hasanuddin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *