Menilisik Kegigihan Dewantoro, Ikuti Seleksi Capasnas Berbekal Restu Orang Tua

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TERPILIH: Capasprov dari Bangkalan Dewantoro Ramandika.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) saat upacara peringatan hari raya kemerdekaan merupakan hal membanggakan. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Seperti halnya pengalaman Dewantoro Ramandika yang mewakili Bangkalan sebagai calon Paskibraka Provinsi Jawa Timur (Capasprov Jatim) 2021.

Selain itu, pria yang kerap disapa Dewantoro tersebut juga sempat mewakili Jatim sebagai calon paskibraka nasional (capasnas). Ia mengaku, awalnya ikut capasprov hingga terpilih mewakili Jawa Timur ke ajang seleksi capasnas hanya coba-coba.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun ini Pemkab Bangkalan mengadakan seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Saya pun mencoba daftar karena tinggi saya juga memenuhi kriteria yakni 179 centimeter,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, untuk menjadi anggota paskibraka harus memiliki tinggi badan minimal 175 dan memiliki minat dan bakat terkait bidang tersebut.

“Iya, kebetulan saya sendiri hobi olahraga dan sering bermain volly,” lanjutnya.

Untuk lolos seleksi mewakili Bangkalan, ada beberapa tes. Sehingga, Dewantoro harus mengikuti tes-tes tersebut mulai dari tes tulis, kesehatan, wawancara, jasmani, dan peraturan baris berbaris (PBB) dasar.

“Tes jasmani ini ada lari 12 menit dan sit up, push up yang waktunya hanya 1 menit dengan nilai 100/40. Sedangkan lari harus sekuatnya,” ceritanya.

Selain itu, dia menambahkan, ada shuttle run juga. Ia juga mengungkapkan mengenai proses seleksinya. Ia dilatih oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) selama 2 hingga 3 bulan sampai bulan Ramadan kemarin.

“Tetapi bukan hanya saya saja waktu itu, yang dilatih ada 8 orang. 6 orang kepilih untuk mengikuti seleksi capasprov dan yang kepilih hanya 2. Dari dua orang itu, salah satunya saya,” jelasnya.

Sebelum tes jasmani, ia mengaku harus benar-benar menyiapkan kesiapan fisiknya. Sebab, selama latihan, sebelum seleksi di provinsi, materi PBB yang diujikan tersebut dilatih.

“Dan alhamdulillah saya kepilih untuk mengikuti seleksi tingkat Nasional, tapi saya anggap saja gugur di 4 besar, tapi tidak apa-apa, Alhamdulillah,” ungkap remaja kelahiran 2005 lalu itu.

Sewaktu seleksi capasnas, peserta perwakilan dari Jawa Timur sebanyak 12 orang. Di mana seleksinya sama seperti capasprov. Hanya saja lebih ketat, dan tes tulis diganti tes menggambar atau psiko. Menurutnya, yang terpenting adalah berdoa, berusaha, niat, latihan, dan doa restu orang tua.

“Dan yang paling berkesan pasti saat karantina dan pengibaran bendera ketika 17 Agustus 2021 nanti,” tandas siswa SMAN 1 Kamal tersebut. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *