Menkeu Beri Isyarat Positif untuk Anggaran Reaktivasi Rel KA Madura

News, Headline0 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Wacana reaktivasi rel kereta api (KA) Madura mulai jadi perbincangan. Bahkan sudah mendekati pada perencanaan hingga penganggaran. 

Sempat terjadi polemik karena bekas rel yang tidak aktif sejak 1984 itu sudah banyak berdiri bangunan baru. Bahkan sebagian masyarakat lebih setuju dibangun tol trans Madura. Namun pilihan terbaru lebih cenderung mereaktivasi rel karena lahannya sudah tersedia.

Bahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengaku sudah akan berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai usulan pembangunan infrastruktur di Madura itu. Namun tetap akan membuat pertimbangan antara usulan pembangunan jalan tol dan reaktivasi rel kereta api Madura. 

“Nanti akan saya cek ke menteri terkait. Kalau pembangunan jalan tol berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, kalau rel kereta api dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya talkshow  bertajuk ‘APBN Hadir di Seluruh Pelosok Nusantara’ di Pendopo Keraton Sumenep, Kamis (2/2/2023). 

Baca Juga :  Sebanyak 82 Desa di Pamekasan Belum Petakan Potensi Desanya

Nama diskusi itu, juga dihadirkan Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD serta Ketua Badan Anggaran (Banggar) DRP RI M.H. Said Abdullah.

Selain mencari tahu soal rencana, Sri Mulyani juga akan melihat apakah kementerian terkait sudah mengajukan anggaran, termasuk melihat bagaimana desain perencanaannya. 

Selain diwacanakan beberapa tokoh Madura di 2019 lalu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi juga sempat berkirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganai permintaan agar pemerintah pusat kembali mengaktifkan jalur kereta api Madura. 

Bupati Fauzi menilai, selain menjadi alternatif jika pembangunan tol Trans-Madura batal, reaktivasi jalur kereta api mampu meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah Madura. Terlebih, Madura kaya akan komoditas yang bisa dikirim ke berbagai wilayah. Komoditas itu seperti garam, gula, jagung dan daging sapi. 

“Jadi bukan tidak mungkin jika Madura bisa menjadi tonggak nasional dalam target swasembada pangan.  Namun, infrastruktur untuk menopang hal itu belum banyak difasilitasi,” tandasnya. 

Baca Juga :  Kunjungan Mensos Risma di Sumenep Sempatkan Beri Bantuan ATENSI

Begitu getolnya mengajukan reaktivasi rel kereta api, karena menurut Fauzi, jalan tol tidak memungkinkan dibangun di Madura.

“Sehingga saya sampaikan kepada Bu Menteri (Menkeu Sri Mulyani Indrawati) dan Pak Menteri (Menkopolhukam Mahfud MD) agar bisa diperjuangkan ke Pak Presiden,” ujarnya dalam talkshow tersebut. 

Wacana itu juga mendapat gayung bersambut dari investor. Kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah, akan ada investor yang akan menanamkan modal dalam proyek tersebut. 

“Insya Allah akan ada investor dari Jepang untuk rel kereta api Madura, dalam satu tahun, dua tahun ini,” ungkap pria dengan sapaan Buya Said itu dalam kegiatan kuliah tamu di STKIP PGRI Sumenep, Kamis (2/2/2023).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut juga menyampaikan dukungan penuhnya atas rencana reaktivasi jalur kereta api Madura. Dia mengaku telah membahas hal itu dengan Menkopolhukam Mahfud MD. 

Baca Juga :  Bung Fafan Ingatkan Disporabudpar Tidak Lindungi Plagiator Musik

Pewarta: KM68

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *