oleh

Menkopolhukam:Tiga Kelompok Radikal Incar Ketenangan Masyarakat

KABARMADURA.ID, Sumenep -Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Minggu (4/10/2020).

Dalam kunjungannya itu, pria asli Madura ini menegaskan bahwa Ponpes Annuqayah  merupakan pesantren yang moderat, di mana ahlussunnah wal jama’ah (aswaja)sebagai panutan utama dalam menangkal segala hal yang dinilai ekstrim.

Dalam kesempatan yang dikemas dalam saresehan di aula As-Syarqawi itu, Mahfud MD menyampaikan kepada para kiai, tokoh masyarakat dan mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) terkait sejarah berdirinya negara Indonesia.Menurutnya, negara ini tidak boleh diinjak-injak oleh kelompok radikal.

“Pesantren-pesantren seperti Annuqayah sudah terbukti telah melahirkan santri-santri hebat, selain itu pesantren juga telah ikut mempertahankan keutuhan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Bagi Mahfud MD, peran pesantren sangat vital dalam memerangi radikalisme dengan menyebarkan Islam yang damai.

“Ada tiga kelompok aliran di Indonesia yang masih menyebarkan ideologi mereka, yaitu  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahid Indonesia (MMI) dan Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam (KPPSI),” ungkap Mahfud.

Menurutnya, tiga kelompok itu memang tidak melakukan tindakan kriminal atau memerangi negara, namun menyebar paham yang mereka yakini kepada masyarakat, supaya tidak percaya Pancasila sebagai asas negara dan mengingkari Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan.

Tiga kelompok radikal yang dimaksud,HTI yang berani mengkafirkan orang di luar kelompoknya, MMI berniat memerangi (jihad) dan KPPSI yang mengunakan wacana ideologis dengan menyatakan konsep negara Indonesia adalah salah.

“Kelompok-kelompok itu masih berupaya untuk mengubah Indonesia, kita sebagai alumni pesantren harus mengalahkan mereka,” tambahnya.

Senada dengan Mahfud MD, Pengasuh Ponpes Annuqayah, KH. Abd. A’la Basyir menyampaikan bahwa pemerintah memang perlu mengunjungi pesantren-pesantren yang moderat, demi menjaga kestabilan bangsa dan negara.

“Terima kasih kepada pak Mahfud MD telah sudi bersilaturahmi ke Annuqayah, dan memberikan pemahaman bagaimana seharusnya memerangi radikalisme,” ujarnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim.Tiga kelompok radikal itu juga diyakini sudah mulai menyebarkan ideologi mereka di Sumenep.

“Kami sudah punya datanya. Dari tiga titik yang ada, semuanya ada di tiga desa,” imbuhnya.

Namun Busyro meyakini, gerakan ideologis itu tidak akan mudah bergerak, karena masyarakat Sumenep sangat anti terhadap gerakan bernuansa kekerasan, sehingga  sulit mempengaruhi masyarakat Sumenep dengan karakter yang lemah lembut.

“Seandainya ada gerakan yang memang mulai menyebarkan paham radikalisme, pemerintah Sumenep siap untuk memusnahkan gerakan mereka,” pungkasnya.(km55/waw)

 

Komentar

News Feed