Menyontoh Gerakan Ketua PC PMII Moh. Lutfi

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) MOH. LUTFI : Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan masa khidmat 2020-2021

Kabarmadura.id/Pamekasan-Selama hayat masih dikandung badan, dan nafas masih berhembus dari hidung, tidak ada alasan untuk berhenti memperjuangkan dan membela kaum-kaum tertindas. Begitulah tekat Moh. Lutfi dalam mengemban amanahnya sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Mahasiswa jurusan Administasi Negara Universitas Madura tersebut, lahir dari keluarga yang sederhana. Kendati demikian, dirinya memiliki segudang mimpi. Kesederhanaan yang dimiliki sedari kecil, menjadi bekal tumbuh Lufi menguatkan tekad dan semangat mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat.

Kegemarannya dalam berorganisasi, membuat dirinya banyak belajar tentang bagaimana cara mengelola diri sendiri dan menumbuh kembangkan orang lain. Berbagai organisasi telah digeluti olehnya sedari bangku sekolah.

Kemudian di bangku kuliah, dirinya memantapkan diri untuk berkhidmat bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dari PMII dirinya mengaku banyak belajar, baik belajar memperjuangkan aqidah, maupun belajar membela rakyat kecil.

Melalui PMII, Lutfi berjuang mengekspansi paham Ahlusnnah Wal-Jamaah (Aswaja) di Universitas Madura. Baginya, mahasiswa adalah ring satu elemen masyarakat yang berpengaruh besar terbentuknya peradaban manusia yang lebih mulia.

“Kehadiran PMII adalah untuk menyelamatkan aqidah mahasiswa dari pandemic paham-paham radikal yang datangnya melalui impor,” ucap pria kelahiran Pamekasan 12 April 1995 tersebut, Minggu (22/3/2020).

Tidak hanya soal aqidah, Lutfi juga memiliki atensi besar dalam upaya mensejahterakan kehidupan masyarakat kecil di Madura, khusunyna di Kabupaten Pamekasan. Melalui PMII, Lutfi bertekad untuk senantiasa berada di garda terdepan dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Menurutnya, mahasiswa sebagai insan terpelajar yang mengerti berbagai diskursus disiplin keilmuan adalah harapan dan benteng terkahir bagi masyarakat kecil. Bagi Lutfi, terpanggil untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil adalah fardluain, yang menjadi wajib bagi setiap mahasiswa.

Lantas, dirinya  membagi upaya membangun tatanan hidup yang lebih baik bagi masyarakat kecil menjadi dua skema. Pertama, dengan mendukung dan mengapresiasi setiap langkah pemerintah yang manurutnya baik dan berorientasi pada kepentingan masyarakat banyak. Kedua, mengingatkan pemerintah saat sedang lupa apa yang harusnya dilakukan untuk rakyat.

Spirit itu, diakuinya tidak dibangun secara tiba-tiba. Dirinya sudah menempa karakter kepemimpinannya semenjak menjabat Ketua Rayon Khalid bin Walid PMII Unira. Dirinya semakin menguatkan karakter kepemimpinan setelah dirinya mendapat amanah untuk menjadi Ketua Komisariat PMII Unira.

Kini, sebagai Ketua Umum PC PMII Pamekasan, Lutfi mendapat amanah untuk melanjutkan perjuangannya di ruang lingkup yang lebih luas. Kendati baginya, hal itu bukan sesuatu yang mudah. Namun dirinya yakin, akan mampu mewujudkan hal itu.

“Jika seluruh kader PMII di Pamekasan saling berjibaku dan satu komando, saya yakin mimpi para pendiri PMII akan menjadi kenyataan di Kabupaten Pamekasan,” pungkas mahasiswa asal Larangan Badung tersebut. (pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *