Merasa Dikibuli, Warga Tuntut Kades Tanggung Jawab atas Rusaknya Lingkungan Desa

(FOTO: KM/MOH RAZIN) KECEWA: Merasa dipermainkan, puluhan pemuda melakukan unjuk rasa menuntut kepala Desa Gadu Barat, Sumenep tanggung jawab terhadap dampak tambang.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Lantaran tidak sesuai dengan kesepakatan awal, yakni soal perbaikan terhadap kerusakan infrastruktur akibat beroperasinya tambang galian C, puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Penyelamat Gadu Barat (KPPG) mendemo aparat Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Senin (3/1/2022).

Menurut mereka, kepala Desa Gadu Barat adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas perbaikan jalan yang rusak akibat aktivitas galian C ilegal tersebut.

“Selaku warga, kami merasa peduli dengan stabilitas lingkungan dan kami merasa dirugikan dengan adanya aktivitas galian C ilegal di desa kami ini,” ujar Ghufron selaku koordinator lapangan (korlap) aksi saat menyampaikan aspirasinya, Senin (3/1/2022).

Bacaan Lainnya

Pada tanggal 9 Desember 2021 lalu, ungkap Ghufron, sudah disepakati bahwa galian C di Desa Gadu Barat harus ditutup dan penanggung jawab proyek harus memperbaiki akses jalan yang rusak akibat lalu lalang kendaraan pengangkut material itu.

“Katanya maksimal tanggal 18 Desember 2021, jalan yang rusak akan diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak jelas,” ungkap Ghufron.

Mereka meragukan kepala Desa Gadu Barat menindaklanjuti nota kesepakatan pada 9 Desember 2021 itu. Sehingga memicu reaksi masyarakat.

“Oleh karena itu kepala Desa Gadu Barat harus bertanggung jawab atas kesenjangan sosial yang terjadi di Gadu Barat,” imbuhnya.

Massa aksi mendesak kepala Desa Gadu Barat untuk menekan penanggung jawab galian C ilegal itu agar segera memperbaiki kerusakan lingkungan dan jalan yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Mereka (pelaku galian C, red) harus berjanji tidak melakukan galian-galian C lainnya di Desa Gadu Barat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gadu Barat Sa’di tidak banyak berkomentar, dia hanya menyampaikan agar masyarakat membantu mengawal bersama pemerintah desa.

““Kami mengajak kerja sama untuk segera menyelesaikan persoalan dan dampak yang dialami akibat tambang galian C. Dan saat ini saya masih ada tamu,” dalihnya.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.