Merasa Kesulitan, Petani Abaikan Penggunaan Kartu Tani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENUNGGU: Petani di Kabupaten Sampang berharap semua kartu tani segera aktif di awal tahun.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Hingga saat ini, tidak semua petani memanfaatkan program pemerintah, seperi kartu tani. Salah satu indikasinya, tingkat sumber daya manusia (SDM) masih tergolong rendah. Bahkan, para petani lebih memilih menggunakan cara manual untuk menebus pupuk bersubsidi dibandingkan melalui kartu tani. Sebab, dirasa cukup sulit untuk menggunakannya.

Sesuai data rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), jumlah kartu tani yang akan dicetak secara keseluruhan  mencapai 124 ribu kartu. Sekitar 18 ribu kartu tani belum disebar. Selama ini, masih 106 ribu yang sudah tersebar ke petani dan tidak semua aktif. Hanya 25 ribu kartu yang aktif. dan sebanyak 20 ribu kartu difungsikan.

Bacaan Lainnya

“Banyak petani yang memilih membeli secara manual. Artinya masih banyak petani yang tidak menggunakan kartu tani meski sudah aktif. Alasan mereka, menggunakan kartu tani lebih sulit,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang Suyono, Kamis (20/5/2021).

Pihaknya mengaku memahami masalah tersebut. Sebab, tidak semua petani mudah menangkap dan mengerti kemudahan kartu tani. Kondisi itu, menjadi masalah yang harus diselesaikan. Sebab, selain dalam proses aktifasi kartu yang belum aktif, juga melakukan sosialisasi penggunaan kartu tani lanjutan.

Termasuk menyediakan layanan pembelian manual dengan menempatkan petugas khusus.  Akibatnya, hal itu menghambat percepatan aktivasi kartu tani secara keseluruhan. Sebab, disatu sisi penggunaan kartu tani sudah harus berjalan. Namun akan tetap berupaya mengaktivasi semua kartu tani dengan cepat.

“Selama ini petani hanya membawa kartu tanda penduduk (KTP). Dikroscek di RDKK kemudian melakukan pembelian pupuk. Mereka mengaku sering lupa sandi rekeningnya,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Khusnul Yaqin meminta pemerintah segera berinovasi. Sehingga, hak petani mendapatkan pupuk subsidi tetap difasilitasi. Bahkan, selama tidak melanggar peraturan petani harus dilayani meski tidak menggunakan kartu tani.

“SDM petani jangan disalahkan. Maka pemerintah yang harus proaktif. Sehingga hak petani tetap diperoleh. Kami meminta Disperta KP berupaya agar petani tetap bisa mendapatkan jatah pupuk bersubsidi,” responnya. (man/ito)

Jumlah Kartu Tani yang Akan di Cetak di Kabupaten Sampang

  • Sebanyak 124 ribu kartu tani
  • 106 ribu kartu tani sudah disebar
  • 81 ribu kartu tani belum diaktivasi
  • 18 ribu kartu tani belum dicetak
  • 25 ribu kartu tani yang aktif
  • 20 ribu kartu tani yang difungsikan untuk pengambilan pupuk bersubsidi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *