Merayakan Cinta Ala Rasulullah SAW  

  • Whatsapp

Peresensi         : Saiful Bahri

            Tidak ada kebijaksanaan yang paling tinggi dalam diri manusia kecuali rasa cinta. Karena cinta akan membentuk kesadaran seseorang untuk saling menghargai, menghormati dan saling membangun kebersamaan satu sama lain. Cinta pada hakikatnya adalah sesuatu yang bersifat abstrak untuk kita ekspresikan dalam menuntun diri agar lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan.

Sehingga, merayakan cinta ala Rasulullah SAW adalah ekspresi untuk membentuk kematangan secara lahiriah dan batiniah untuk dapat merealisasikan kekuatan cinta melalui ikatan suci yaitu (pernikahan). Sedangkan fungsi ideal yang paling penting dalam ikatan suci bagi Rasulullah SAW adalah kebaikan, kebahagiaan, kebersamaan dan keberkahan.

Karena hubungan asmara yang tidak dilingkari oleh pernikahan sejatinya akan mengakibatkan kepada jalan kemaksiatan yang akan berdampak kepada keburukan. Sehingga, apabila seseorang yang siap mencintai, tentu ini satu bukti harapan emosional dalam diri seseorang yang harus dimunculkan untuk mengambil satu langkah yaitu menikahi demi mencapai kebaikan, kebahagiaan dan keberkahan tersebut.

Dalam buku ini, Ummu Kaysa menampilkan satu konstruksi nilai bagaimana membangun cinta ala Rasulullah SAW. Serta dapat merealisasikan dan merayakan cinta dengan prinsip pernikahan. Karena kita tahu bahwa akan sempurna keimanan seseorang apabila dia sudah menjalani sunnah Rasulullah SAW menikahi seseorang yang dicintai. Bukan hanya sekadar ekspresi perasaan, bagaimana memiliki rasa tanggung-jawab serta membangun rumah tangga dengan matang. Di situlah letak pahala dan keberkahan yang akan kita dapatkan.

Rasulullah SAW membimbing kita agar bisa selamat dari berhala-berhala nafsu yang akan berakibat fatal. Oleh karena itu, beliau menganjurkan untuk merawat kesucian cinta dengan menikah. Karena menikah sejatinya upaya membentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan ke dalam lingkaran suci dan penuh dengan pahala dan berkah.

Tentu ini dapat dilakukan dengan anjuran untuk selalu membina rumah tangga dengan baik. Bagaimana rasa tanggung-jawab yang dimiliki serta keharusan-keharusan yang segera dilaksanakan. Seperti dalam pernikahan, seorang suami wajib mencintai istri dengan sepenuh hati dan pengorbanan.

Menafkahi dengan segala ketulusan. Begitu juga seorang istri yang harus mengekspresikan cintanya untuk selalu mendorong suami kepada kebaikan-kebaikan. Tentu ini tidak luput dari ekspresi kecintaannya yang tulus serta memberikan kasih-sayang. Karena inti dari sebuah pernikahan untuk menghindari dari perzinaan serta membentuk hubungan di dalam membangun rumah tangga yang baik. Di sinilah letak proses pembentukan diri yang pada hakikatnya kita adalah manusia yang paripurna.

Rasulullah SAW menghukumi pernikahan sangat relatif dan sesuai dengan konteksnya. Jika seseorang sudah siap secara lahiriah dan batiniah untuk menjalin ikatan cinta yang suci (pernikahan) tentu sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk menikah. Karena di satu sisi ini akan merawat ikatan cinta yang suci, di sisi lain akan mendapatkan hadiah pahala dan barakah dari Allah SWT dari ikatan suci tersebut.

Beliau selalu menegaskan kepada kita semua bahwa seorang laki-laki yang siap menikah, sejatinya dia harus belajar untuk menjadi seorang suami yang harus selalu diselimuti cinta di dalam membangun rumah tangganya. Begitu juga seorang perempuan yang sudah siap untuk dilamar oleh seorang laki-laki. Sejatinya Rasulullah SAW menasihati dengan penuh cinta bahwa belajar menjadi istri yang shalihah dapat dibentuk oleh sikap, rasa dan tindakan yang dilumuri oleh cinta.     Tidak ada kalanya bagi kita semua yang memiliki kesadaran akan indahnya sebuah rasa dalam cinta yang dibungkus oleh kesucian pernikahan. Selain kebahagiaan dunia kita dapat, niscaya kebahagiaan di akhirat juga kita akan gapai. Buku ini adalah ruh kita di dalam membangun kesadaran bahwa mencintai ala Rasulullah adalah sesuatu yang perlu kita pelajari. Bagaimana dalam setiap bab, buku ini akan menuntun kepada pengetahuan bagaimana merayakan serta membangun cinta ala Rasulullah SAW yang akan membawa keberkahan bagi kita semua.

Judul Buku      : Jangan Asal Cinta! Berguru Cinta Kepada Rasulullah SAW

Penulis             : Ummu Kaysa

Penerbit           : Noktah

Terbit               : Cetakan Januari 2020

Tebal               : 232 halaman

ISBN               : 978-602-5781-55-1

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *