oleh

Meroket, Harga Cabai Naik Hingga Rp100 Ribu Per Kilogram

Kabarmadura.id/Bangkalan– Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bangkalan melakukan survei harga kebutuhan pokok di tiga pasar, yakni pasar Bancaran, Pasar Senenan dan juga Pasar Induk Ki Lemah Duwur (KLD). Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga di atas rata-rata harga jual. Hasil survei menunjukkan, hingga Selasa (4/1), harga cabai mencapai Rp80-100 per kg. Harga gula juga mengalami kenaikan hingga menjadi Rp13-14 ribu per kilogram.

“Setiap hari petugas kita survei ke pasar. Setelah itu kita laporkan ke provinsi, itu yang rutin dilakukan petugas,” ucapnya, Selasa (4/1).

Masih menurut Roosli, faktor cuaca mempengaruhi suplai gula di Bangkalan sehingga ketersediaan tebu di pabrik menurun. Tidak hanya itu, perubahan cuaca juga mengakibatkan gagal panen untuk cabai. Hal tersebutlah yang menyebabkan harga gula dan cabai naik.

Sedangkan saat ditanya sampai kapan kenaikan ini berlangsung? Menurutnya kemungkinan kenaikan akan terus terjadi selama musim penghujan dan akan kembali normal ketika memasuki musim kemarau.

“Kalau untuk cabai, rata-rata pedagang kita kan ambil ke tengkulak Surabaya. Di sana memang ketersediaan sedikit. Jadi pedagang ambilnya juga mahal, dijual ecer disini juga mahal,” terangnya.

Sementara itu, mengenai ketersediaan gula dan cabai sendiri, untuk suplai cabai di Bangkalan juga masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga kini, Pemkab Bangkalan masih belum ada upaya penambahan bantuan suplai terhadap dua kebutuhan pokok tersebut.

“Kalau mendatangkan dari luar belum ya, yang pertama karena kebutuhan masih cukup. Kedua, anggaran untuk itu juga belum ada,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, untuk melakukan pengadaan pasar murah dan suplai tambahan ketersediaan. Disdag belum bisa melakukannya untuk dua bahan pokok tersebut. Ia beralasan, pengajuan anggaran untuk hal tersebut memerlukan waktu cukup panjang dan harus dilakukan minimal enam bulan sebelumnya.

“Pengajuan anggaran harus dilakukan tahun 2019 lalu mbak, baru tahun ini bisa digunakan. Kalau butuhnya sekarang dan belum mengajukan, ya kita tidak bisa apa-apa juga,” pungkasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed