Meski Berhenti, Siswa Lancar Terima Beasiswa

  • Whatsapp
KM/MIFTAHUL ARIFIN-SANTAI: Siswa di SMPN Satu Atap Panaguan 2 Proppo, Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan menikmati waktu istirahat dengan bersantai di taman sekolah.

Kabarmadura.id/PROPPO – Perlakukan istimewa akan diperoleh siswa di Kabupaten Pamekasan, jika menempuh pendidikan di SMPN Satu Atap Panaguan 2, Kecamatan Proppo. Di sekolah ini, siswa yang absen dan tidak masuk selama berbulan-bulan masih bisa naik kelas. Istimewanya lagi, jika terdaftar dalam penerima beasiswa, meski statusnya sudah tidak aktif atau berhenti, mereka masih bisa menerima beasiswa pendidikan dari pemerintah.

Fakta itu terkuak, setelah salah seorang wakil kepala sekolah (wakasek) SMPN Satu Atap Panaguan 2 Proppo, Bambang Irianto mengungkap kejanggalan tersebut. Menurut Bambang, kejadian tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Modusnya, siswa yang sudah berhenti didatangi ke rumahnya untuk mengambil beasiswa pendidikan, baik yang bersumber dari Program Indonesia Pintar (PIP), maupun yang bersumber dari Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM).

“Jadi siswa yang sudah berhenti masih rutin terima beasiswa dari pemerintah itu,” katanya, Minggu (10/3).

Kepala SMPN Satu Atap Panaguan 2 Proppo Syamsul Arifin, membenarkan persoalan absensi siswa di sekolahnya. Bahkan dia mengaku, sudah memaklumi kondisi masyarakat setempat yang lebih mementingkan pendidikan di Madrasah Diniyah (Madin).

Menurutnya, anak-anak di daerah Proppo, sudah terbiasa sekolah dua kali dalam sehari. Meski demikian, anak-anak di wilayah tersebut lebih memprioritaskan pendidikan di Madrasah Diniyah (Madin) ketimbang pendidikan di sekolah formal seperti di SMPN Satu Atap Panaguan 2 Proppo.

Bahkan, kebiasaan itu juga didukung oleh orang tua siswa. Siswa rela meninggalkan sekolah formal seperti SD dan SMP, demi memperdalam pelajaran di Madin. Hal itu terbukti saat ujian digelar di Madin, siswa banyak yang tidak masuk sekolah di SMP. Bahkan ada sebagian yang memilih untuk berhenti sekolah di SMP.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Bahkan pihaknya tidak bisa mengambil langkah tegas untuk memberhentikan siswa-siswa tersebut. Sebab, jika siswa yang tidak masuk berbulan-bulan kemudian diberhentikan, dia khawatir tidak akan ada siswa yang bersekolah di tempatnya.

“Kami harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kami beri toleransi, mengingat anak tidak masuk sekolah, karena mereka mementingkan pendidikan di Madin,” tuturnya.

Selain memberi toleransi, Syamsul mengungkapkan, pihak sekolah juga memberi perlakuan istimewa kepada siswa-siswa tersebut. Perlakukan istimewa itu dapat dilihat dari daftar siswa di SMPN Satu Atap Panaguan 2 Proppo tersebut.

Selain masih bisa naik kelas meskipun absen berbulan-bulan, mereka juga masih bisa mendapatkan beasiswa, baik yang bersumber dari PIP maupun BKSM. Bahkan diakuinya, perlakuan istimewa itu sudah disampaikan kepada pengawas Dinas Pendidikan Pamekasan.

“Pihak pengawas juga tidak mempersoalkannya, jadi BKSM dan PIP tetap kami berikan kepada mereka meski sudah tidak aktif,” tandasnya. (pin/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *