oleh

Meski Dilarang, PUPR Sampang Tetap Kerjakan Proyek Swakelola

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Proyek fisik 12 paket yang diswakelolakan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang menggunakan aturan berbeda dengan proses penganggaran. Kendati mendapat sorotan dan kritikan soal proses penganggarannya namun  hampir semua paket sudah dikerjakan.

Bahkan, tiga paket diantaranya sudah selesai seratus persen. Seperti proyek lapis penitrasi (lapen) di Jalan Desa Banjar Talela-Desa Taddan Kecamatan Camplong, proyek lapen di Jalan Desa Banjar Sokah-Desa Batuporo, dan proyek lapen Jalan Desa Kamondung-Desa Meteng. Tiga lokasi itu sudah selesai dikerjakan oleh pelaksana.

Sementara lima lokasi lainnya dalam proses pengerjaan. Seperti di Jalan Paopale Laok – Lar Lar, Rehabilitasi Jalan Lepelle – Pelenggiyen, Rehabilitasi Jalan Trapang – Asem Jaran, dan Rehabilitasi Jalan Karang Penang Oloh – Bulmated. Termasuk rehabilitasi Jalan Desa Tobai Timur – Desa Poreh.

Pekerjaan di lokasi tersebut dalam proses pengerjaan. Mulai 25 sampai 60 persen progres pengerjaan. Sementara tiga proyek lainnya belum dikerjakan sama sekali. Diantaranya, rehabilitasi Jalan Labang – Noreh, Kecamatan Sreseh, rehabilitasi Jalan Somber – Banjar, Kecamatan Tambelangan, dan rehabilitasi Jalan Banjar – Somber Kecamatan Tambelangan.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Aulia Rahman meminta pekerjaan yang masih dalam proses untuk tidak dilanjutkan. Sebab landasan hukum yang digunakan dinas PUPR salah. “Sudah jelas aturan yang dipakai tidak sama dengan aturan perencanaan anggaran,” katanya.

Dikatakan, jika pekerjaan tetap dilanjutkan bisa terjadi penyalahgunaan anggaran. Sebab dasar hukum penggunaan anggaran masih perlu dibahas lebih detail. Sehingga tidak ada pelanggaran hukum.

“Saya berharap tidak ada pencairan anggaran untuk beberapa pekerjaan ini. Sebab anggaran belum tentu bisa dikeluarkan. Sebelum kekuatan payung hukum tidak jelas,” katanya.

Sementara Anggota Banggar lain, Amin Arif Tirtana mengatakan, pekerjaan padat karya harus jelas siapa yang mengerjakan. Penggunaan material lokal dan tenaga ahli lokal. Sehingga, tetap masuk pada kategori sistem pekerjaan padat karya. Meskipun, Dinas PUPR menggunakan aturan berbeda dengan banggar dalam proses perencanaan anggaran.

Sebelumnya, diketahui, Dinas PUPR menggunakan aturan instruksi Mendagri Nomor 5 tahun 2020 dalam penyusunan perencanaan anggaran. Dengan pekerjaan sistem padat karya murni. Sementara Dinas PUPR menggunakan surat edaran (SE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) nomor 3 tahun 2020. Dinas PUPR menggunakan perusahan kontraktor dalam pekerjaan.

Sementara Kepala Dinas PUPR Sampang, Ahmad Hafi mengakui jika semua pekerjaan sudah dimulai. Tapi menurutnya, sudah menggunakan tenaga lokal. Termasuk material lokal. “Kami tetap mematuhi aturan bahwa ini pemulihan covid. Semua pekerjaan menggunakan warga setempat dan material lokal,” katanya.

Ditanya soal aturan berbeda dengan penganggaran? Pihaknya mengakui hal tersebut. Namun, kejadian ini baru terjadi karena kondisi covid. Sehingga terjadi perbedaan landasan hukum. “Yang penting kami sudah berupaya menggunakan warga lokal untuk pemulihan covid,” terangnya. (man)

 

Pekerjaan seratus persen

– Proyek jalan Desa Banjar Talela-Desa Taddan Kecamatan Camplong.

– Proyek lapen jalan Desa Banjar Sokah-Desa Batuporo Kecamatan Kedungdung.

– Proyek lapen jalan Desa Kamondung-Desa Meteng, Kecamatan Omben.

Proses Pengerjaan

– Rehabilitasi Jalan Paopale Laok – Lar Lar, Kecamatan Banyuates

– Rehabilitasi Jalan Lepelle – Pelenggiyen, Kecamatan Kedungdung.

– Rehabilitasi Jalan Trapang – Asem Jaran, Kecamatan Banyuates

– Rehabilitasi Jalan Karang Penang Oloh – Bulmated, Kecamatan Karang Penang

– Rehabilitasi Jalan Desa Tobai Timur – Desa Poreh, Kecamatan Sokobanah.

Belum dikerjakan

– Rehabilitasi Jalan Labang – Noreh, Kecamatan Sreseh

– Rehabilitasi Jalan Somber – Banjar, Kecamatan Tambelangan,

– Rehabilitasi Jalan Banjar – Somber Kecamatan Tambelangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed