Meski Hujan, BPBD Sampang Dropping Air Tetap Didistribusikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BANTUAN: Kemarau basah, droping air bersih tetap dilakukan.

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang terus melakukan droping air bersih. Padahal beberapa desa di Kota Bahari sudah diguyur hujan. Sejumlah mobil tangki tetap terlihat menyalurkan air bersih. Selasa (20/10/20202).

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaidi mengatakan, untuk melakukan droping air bersih ke desa kering kritis pihaknya mempunyai kewajiban selama dua bulan. Yakni bulan September dan Oktober. Akan tetapi untuk di bulan ini baru terealisasi di tiga kecamatan yakni Sreseh, Kedungdung dan Tambelangan. Pada bulan ini pihaknya mempunyai tanggungjawab untuk mendropping air bersih sebanyak 390 tangki kepada 87 desa yang mengalami kering kritis

Bacaan Lainnya

“Di bulan ini kita realisasinya masih 30 persen, jadi tetap harus dilakukan dropping,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini dibeberapa wilayah Sampang memang sudah diguyur hujan, akan tetapi hal tersebut belum menandakan sebagai musim penghujan. Sebab, sesuai prediksi BMKG Surabaya, musim hujan akan jatuh di bulan November mendatang.

Bahkan ia menuturkan, turunnya hujan saat ini menunjukan bahwa musim kemarau basah, sehingga setiap saat hujan akan turun di berbagai daerah utamanya di sampang. Maka dari itu proses dropping air terus dilakukannya sesuai dengan surat keputusan (SK) yang tertera.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di puluhan desa yang mengalami kering kritis memang tetap sangat dibutuhkan, sebab sumber mata airnya sudah mengering, dan meskipun hujan itu hanya sementara.

“Teman-teman kepala desa masih membutuhkan air bersih, karena sumber mata airnya memang sudah mengering. Utamanya untuk kebutuhan air minum,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Forum Mahasiswa Sampang (Formasa), Asiz meminta bahwa droping air bersih tersebut harus dimaksimalkan. Sebab, masyarakat memang sangat membutuhkan, khususnya pedesaan.

“Droping air itu harus tersampaikan dengan cepat dan utuh kepada desa menerima. Karena saat ini air bersih memang sulit. Utamanya di desa-desa pelosok yang jauh dari mata air,” tukasnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *