Meski Melandai, Covid-19 di Madura Masih Fluktuatif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA)

KABARMADURA.ID – Pemerintah memutuskan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus 2021. Keputusan ini berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4.

“Pemerintah memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai 9 Agustus di beberapa kabupaten/kota tertentu,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rilis pers,  Senin (2/8/2021).

Bacaan Lainnya

Jokowi mengatakan, PPKM level 4 yang diterapkan pada 26 Juli-2 Agustus telah membawa perbaikan di skala nasional dibanding sebelumnya. Perbaikan itu di antaranya terkait turunnya kasus konfirmasi harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, hingga persentase tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19.

Jokowi meminta masyarakat tetap waspada terhadap Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah juga akan memasifkan kegiatan 3T atau tracing, testing dan treatment.

Turunnya kasus pasien terinfeksi Covid-19 di Madura memang mulai terjadi. Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riad menguraikan bahwa selain karena PPKM,  penurunan kasus Covid-19 di Sumenep terjadi karena mulainya ada kesadaran warga untuk taat protokol kesehatan.

Kasus di Sumenep, pada Juli lalu mengalami  lonjakan tajam hingga rumah sakit  menambah sal pelayanan di halaman gedung  rumah sakit. Bedanya, Sumenep adalah satu-satunya daerah di Madura yang menjalankan PPKM level 3, bukan level 4 sebagaimana 3 kabupaten lainnya.

“Level kami (Sumenep) memang masih tiga, mudah-mudahan bisa turun ke level dua, bahkan kami berharap dan diusahakan ke level satu. Partisipasi terhadap vaksinasi kami berharap dilakukan oleh masyarakat, karena Sumenep termasuk kabupaten yang rendah melakukan vaksin,” urai Abd. Rahman.

Meski sudah melandai, Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep  masih merisaukan kesadaran masyarakat.

“Memang sudah mengalami peningkatan peran serta dan dukungan masyarakat untuk melawan Covid-19 ini, tren partisipasi yang baik itu kami harapkan terus ditingkatkan dan jangan lengah, sehingga tidak lagi ada lonjakan kasus terinfeksi Covid-19. Tanpa dukungan semua elemen, kami tidak bisa menurunkan lonjakan Covid-19,”pungkasnya.

Senada dengan Sumenep, Koordinator Pengendalian Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang Agus Mulyadi mengatakan, kasus Covid-19 di wilayahnya diakui tidak bisa diprediksi, apakah sudah selesai memasuki puncak atau akan terjadi lonjakan kembali, meski ada penurunan jumlah kasus beberapa waktu terakhir ini.

“Terus terang, kami tidak bisa memprediksi kasus ini, yang terpenting kita terus lakukan beberapa langkah dalam menekan penyebaran wabah ini, pertama, kurangi penularan kelompok rentan, kedua kurangi durasi kontak dan ketiga peningkatan vaksin melalui 5M, 3T dan vaksinasi,” terang Agus.

Sedangkan Ketua Satgas Covid-19 RSUD dr. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengakui, menurunnya jumlah warga terinfeksi Covid-19 yang dibuktikan dengan landainya kasus, merupakan kabar gembira. Namun, tegas Syaiful, selama kasus warga terinfeksi masih ada, maka belum ada pengumuman berakhir bisa saja ada potensi lonjakan.

“Untuk sekarang, sebenarnya Pamekasan sudah melewati kasus puncak Covid-19, karena bed isolasi kami di RSUD SMart  sekarang sudah mulai kosong. Dari 91 bed, sekarang terisi 63 unit, jadi ada 28 bed yang kosong, jadi kalau ada orang  datang bisa langsung ditangani,” urai Syaiful.

Namun sebagai tenaga kesehatan, Syaiful juga mengaku masih risau, karena kunci selesainya wabah Covid-19 adalah peran serta masyarakat.

“Rumah sakit hanya merawat pasien yang sakit. Justru menurut saya yang harus waspada apa terjadi di masyarakat, kalau di rumah sakit diisolasi dan dikasih obat. Rumah sakit itu hanya bagian hilir, bagian hulunya masyarakat. Ini tergantung kepada masyarakat,” tegasnya sambil menguraikan keprihatinannya karena aktivitas warga seakan-akan tidak ada PPKM.

“Itu kenyataan masyarakat kita, di kampung, di desa, mengadakan tahlilan mantenan yang tidak menjalankan tertib protkes sepertinya sudah biasa,” pungkas dokter berkumis namun kerap tertutupi masker ini.

 

Abd Rahman Riad, Sekretaris Satgas Covid-19 Sumenep

“Level kita memang masih tiga, mudah-mudahan bisa turun ke level dua, bahkan kami berharap dan diusahakan ke level satu. Partisipasi terhadap vaksinasi kami berharap dilakukan oleh masyarakat.”

 

Agus Mulyadi, Koordinator Pengendalian Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang

 

Memprediksi kasus ini, yang terpenting kita terus lakukan beberapa langkah dalam menekan penyebaran wabah ini, pertama, kurangi penularan kelompok rentan, kedua kurangi durasi kontak dan ketiga peningkatan vaksin melalui 5M, 3T dan vaksinasi.”

Syaiful Hidayat, Ketua Satgas Covid-19 RSUD SMART Pamekasan

Rumah sakit hanya merawat pasien yang sakit. Justru menurut saya yang harus waspada apa terjadi di masyarakat, kalau di rumah sakit diisolasi dan dikasih obat. Rumah sakit itu hanya bagian hilir, bagian hulunya masyarakat.”

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *