oleh

Mewabahnya Virus Corona Jadi Dalih Krisis Obat di RSUD Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang mengalami kekurangan stok obat. Semua jenis obat yang biasanya tersedia hampir seribu item, kini sudah tidak bisa lagi disediakan farmasi RSUD. Dampak mewabahnya virus corona jadi alasannya, lantaran banyak pabrik yang tidak bisa menyediakan obat.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Titin Hamidah mengatakan, pihaknya sempat kekurangan obat diare, namun tersedia jenis obat lain yang spesifikasinya sama. Namun dia membantah temuan salah sau legislator soal adanya pasien BPJS yang diminta beli obat ke apotek di luar rumah sakit oleh petugas farmasi RSUD dr. Mohammad Zyn.

Hal itu diketahui setelah Titin memanggil semua petugas farmasi ke ruangannya.

“Yang disuruh beli keluar itu bukan jenis obat, tetapi alat dan pada saat itu ukuran yang dibutuhkan tidak ada,” ungkapnya, Senin (9/3/2020).

Selain itu, teragedi mewabahnya virus corona covid 19 yang saat ini sudah berdampak pada warga Indonesia, membuat stok obat di pabrik kosong, sehingga hal itu berdampak keterbatasan ketersediaan obat di farmasi RSUD Sampang.

Namun, dampak itu diklaim tidak hanya terjadi di Farmasi RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, tetapi semua farmasi RSUD di Indonesia.

Titin juga menuturkan, jika biasanya pihaknya menyediakan hampir seribu dari semua item obat di farmasi RSUD, namun untuk sekarang tidak bisa.

“Saya sudah memesan ke pabrik yang menangani obat tersebut, namun lagi kosong, hal itu dampak dari covid 19. Dan kejadian ini bukan hanya di RSUD Sampang tetapi semua RSUD,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengakui bahwa pasien yang disuruh beli ke apotek di luar rumah sakit itu bukan jenis obat, tapi capeter. Namun meskipun itu bukan jenis obat, menurutnya pihak RSUD harus menyediakan, bukan menyuruh beli keluar.

“Itu pasien BPJS, jadi semuanya harus pihak RSUD yang menyediakan, bukan pasien harus beli keluar,” ungkapnya.

Pria dengan sapaan Bung Fafan itu juga merasakan keanehan di Farmasi RSUD dr. Mohammad zyn. Sebab, saat dirinya datang ke rumah sakit dan menerima laporan itu, tiba-tiba di malam harinya alat yang dibutuhkan itu ada.

“Anehnya di siangnya tidak ada, tetapi di malamnya itu ada, ini aneh. Atau jangan-jangan alat itu diperjualbelikan,” tutupnya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed