MH Said Abdullah Rutin Berbagi Setiap Ramadan, Warga Merasa Senang dan Terbantu

News94 views

KABARMADURA.ID | SUMENEPSejak 2006 silam, hingga saat ini, ketika masuk bulan Ramadan, politisi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, secara rutin melakukan bakti sosial (baksos) dengan membagi-bagikan sembako kepada masyarakat di Madura, termasuk berbagi rezeki berupa uang.

Untuk tahun ini, di bulan suci Ramadan kali ini, pria asal Sumenep yang duduk sebagai ketua Badan Anggaran DPR RI itu membagikan sebanyak 175 ribu paket sembako kepada masyarakat di Madura.

Bagi-bagi sembako itu merupakan kegiatan bakti sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat. Sementara pemberian uang, itu merupakan zakat mal yang memang wajib dikeluarkan.

Dijelaskan, MH Said Abdullah membagikan 175 paket sembako dan sejumlah uang sengaja dilakukan bersama-sama dengan Pengurus Cabang PDI Perjuangan se-Madura. Hal itu rutin dilakukan sembako dan uang kepada warga fakir miskin.

Selain itu, bagi-bagi sembako sejumlah uang kepada masyarakat di Madura itu, dilakukan dengan niatan mengeluarkan zakat mal.

Baca Juga:  Cerita Menegangkan Polres Pamekasan Tangkap Buron Pelaku Curanmor di Palengaan

“Uang itu saya niatkan sebagai zakat mal. Dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin,” tegasnya.

Di samping itu, ketika dirinya berkewajiban melakukan serap aspirasi atau reses. Uang reses diberikan kepada konstituennya di Madura.

Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menegaskan, dirinya sebagai seorang muslim, punya kewajiban untuk menunaikan zakat. Terhadap kewajibannya itu, dirinya menunaikannya bersama-sama dengan kader PDI Perjuangan se-Madura dan sekaligus mengajak para kepala desa, yang pasti tahu sentra kemiskinan ekstrem warganya.

“Di luar itu saya ini muslim, saya diwajibkan untuk zakat. Maka saya menunaikan zakat itu bersama kader-kader PDI Perjuangan se-Madura dan sekaligus mengajak para kepala desa, yang pasti tahu sentra kemiskinan ekstrem warganya,” tuturnya.

Baca Juga:  Pengamat Politik: Kekuatan Merah Sumenep Realistis Dilawan Koalisi Hijau

Salah seorang warga Kota Sumenep, Abdus Salam mengaku, dirinya sangat senang ketika menerima sembako dan sejumlah uang dari Said Abdullah. Bahkan, apa yang dilakukan Said Abdullah sudah berlangsung lama dan sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Sehingga bukan hal yang baru lagi.

“Setahuku, sejak 2006 lalu Pak Said sudah berbagi kepada masyarakat. Jadi bukan hal yang aneh lagi bagi kami dan kami senang menerimanya,” katanya.

Warga lainnya, Sama’, mengungkapkan,  pemberian sembako dan sejumlah uang oleh Said Abdullah diyakini tidak ada kaitannya dengan politik. Terbukti, saat bulan Ramadan tiba, maka akan berbagi sembako dan uang kepada masyarakat.

“Kalau ada kaitannya dengan politik, maka sudah tentu akan membagikan sembako dan uang ketika momen politik. Tapi ini tidak, saat sudah masuk Ramadan dan jauh dari momen politik, tetap bagi-bagi,” terangnya.

Pewarta: Krisbiantoro

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *