Miliki Keterampilan, Penyandang Disabilitas Bisa Hidup Mandiri

  • Whatsapp
(FOTO; KM/IST/MUNAWI)

KABARMADURA.ID;SAMPANG-Di Kabupaten Sampang terdapat 300 disabilitas yang tergabung di Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPDI). Jumlah tersebut tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kota Bahari ini.

Adapun PPDI tersebut dibentuk pada  tanggal 14 April 2014, sehingga dengan dibentuknya PPDI tersebut, saat ini semua disabilitas sudah bisa mendapatkan penghasilan secara mandiri. Padahal, secara fisik untuk mendapatkan penghasilan sangat dikhawatirkan.

Ketua PPDI Sampang Munawi, menyampaikan bahwa awal mulanya, dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, penyandang disabilitas tersebut  hanya menunggu bantuan. Utamanya dari pemerintah. Namun, setelah PPDI ini dibentuk, semua disabilitas yang tergabung didalamnya melakukan pelatihan-pelatihan usaha yang dilakukan oleh Diskumnaker Sampang.

Hasil dari pelatihan tersebut yaitu banyak anggota yang menerapkan usahanya. Sehingga sampai saat ini usaha yang dibangun oleh disabilitas tersebut terus berkembang.

“Awalnya hanya nunggu bantuan pemerintah, namun setelah gabung di PPDI semua disabilitas bisa dikoordinir dan sering ikut pelatihan. Saat ini mereka  sudah membuka usaha sendiri,” tuturnya, Minggu (6/12/2020).

Ditambah lagi, penyandang disabilitas yang sudah memiliki usaha , seperti menjahit.  Hasil kain jahitan bisa menjadi dompet, tas, dan semacamnya. Hasilnya  itu dijual ke orang yang membutuhkan, atau ke pasar.

Bahkan sekarang sudah mempekerjakan empat orang normal. Jadi, kemampuan penyandang disabilitas tidak bisa diragukan, walaupun secara fisik tidak seperti orang pada umumnya. Tentu saja karena kemauan mereka yang kuat.

Selain itu, ada beberapa anggota yang memiliki usaha dengan mengelola ikan, pengeboran dan bengkel. Padahal, untuk jalan saja harus merangkak, apalagi untuk mengelola  bengkel dan pengeboran.

“Secara pemahaman kita, memang tidak masuk akal; karena untuk jalan, mereka tidak sempurna. Namun kenyataannya, ada anggota yang membuka bengkel dan mengebor.  Bahkan, mereka mempekerjakan manusia normal,” imbuhnya.

Kendati demikian, dampak dari adanya wabah Covid-19 usaha para penyandang disabilitas mengalami kemacetan. Beruntung pemerintah daerah langsung merespon, sehingga semua disabilitas mendapatkan bantuan.

“Program yang kami prioritaskan untuk tahun 2021 adalah bagaimana para penyandang disabilitas yang belum punya keterampilan sesuai bidangnya perlu diangkat derajatnya. Sehingga mereka tidak bergantung pada bantuan, karena telah mempunyai penghasilan sendiri,” pungkasnya. (mal/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *