Minim Anggaran, Insentif Nakes di Bangkalan Dikepras

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MEMAPARKAN: Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo saat memberikan penjelasan mengenai insentif tenaga kesehatan (nakes) di Pendopo Agung Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Insentif tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten Bangkalan dikepras. Padahal, pemerintah daerah menganggarkan dana hingga Rp9 miliar untuk menyokong dana insentif tersebut. Namun, lantaran terhambat regulasi dan kesepakatan, hingga Juli 2021 serapannya masih di angka Rp800 juta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, nominal insentif nakes di tahun 2021 memang berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin. Bahkan, pengurangan juga melihat dari ketersediaan anggaran daerah. Sedangkan tahun 2020 lalu, insentif nakes masih bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan juga pemerintah pusat.

Sedangkan tahun 2021, pemerintah daerah harus benar-benar mandiri. Sedangkan, nakes pada tahun 2020 setiap satu tim terdiri dari 12 orang dengan anggaran dana Rp5 juta. Di tahun 2021 ini, 1 tim nakes yang terdiri dari 5 orang dengan anggaran Rp2,5 juta. “Sedangkan yang bisa diajukan, hanya pasien positif, kalau dulu, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pengawasan, (ODP) dan orang dalam resiko (ODR) bisa dihitung,” ujarnya, Senin (3/8/2021).

Sedangkan untuk pengajuan pencairannya, tim harus melampirkan laporan dan bukti hasil tracing  kepada masyarakat yang ditemukan positif Covid-19.  Baru diputuskan sekitar Juni 2021 lalu. Sebelumnya, dari Januari hingga Mei Insentif nakes belum ada kepastian. “Ini bukan hal lama, tapi memang baru diputuskan, jadi kami kesulitan mengumpulkan laporan-laporannya,” tuturnya.

Sudiyo berjanji, pengajuan akan segera dirampungkan. Bahkan diakui, jika melihat nakes yang bertugas dengan tanggung jawab dan resiko tinggi insentif masih kurang. “Bagi saya, itu sangat minim sekali, tapi mau bagaimana lagi, kondisi anggarannya juga minim,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad menyarankan, agar serapan dana yang sudah disediakan segera diakses. Sebab, hal tersebut akan menjadi sorotan banyak orang. “Dananya kan memang sudah ada, kan seharusnya bisa dimanfaatkan,” responnya.

Politisi dari Partai Gerindra itu juga mengingatkan, agar hak para nakes bisa dipastikan cukup. Sebab, selain mereka yang telah berjuang berupaya melindungi, maka mereka juga seharusnya dilindungi dengan menjamin kebutuhannya. “Harus terserap semua, semua nakes upayakan dapat,” tegasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *