oleh

Minim Dukungan, Program Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Sampang Terhambat

Kabarmadura.id/Sampang-Program sekolah adiwiyata di Kabupaten Sampang, belum bisa terealiasi sesuai harapan. Hal itu disebabkan, lantaran komitmen dukungan dan gerakan partsipasi dari berbagai elemen masyarakat untuk realisasi program itu masih sangat rendah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Konservasi Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Imam Irawan, saat melakukan diskusi non formal Tim Adiwiyata Kabupaten Sampang.

Kata Irawan, untuk lebih memaksimalkan program adiwiyata itu, pihaknya harus merubah pola pendekatan gerakan dan diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, khususnya pihak sekolah.

Sebab menurutnya,  selama ini sekolah adiwiyata selalu dimaknai sebagai bagian dari perlombaan yang hanya berorientasi kepada kuantitas serta target tertentu. Padahal, program yang membutuhkan gerakan secara massif itu, tidak hanya sebatas target tertentu.

“Secara prinsip, sekolah adiwiyata ini partisipatif dan berkelanjutan, maka untuk lebih memaksimalkan sangat dibutuhkan gerakan dan komitmen yang kuat dari semua elemen, utamanya kepsek,” ungkapnya, Senin (17/2/2020).

Dirinya mengakui, membangun komitmen itu tidaklah mudah,  karena sama halnya dengan membentuk karakter. Sejatinya tanpa program adiwiyata, lembaga sekolah harus menjalankan amanat Permendikbud Nomor 64 tahun 2015 tentang Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Sehat.

Selain itu, kewajiban menjaga kebersihan lembaga dan lingkungan sekolah tersebut, mengacu pada amanat Permen LHK Nomor 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup, serta Surat Edaran (SE) dari Bupati melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tentang kewajiban sekolah dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

”Kami kira yang masih menjadi hambatan dalam memaksimalkan program adiwiyata ini, yakni komitmen dan kesungguhan semua pihak, utamanya pengelola lembaga di berbagai wilayah,” teranganya.

Untuk diketahui, hingga saat ini di Kabupaten Sampang baru memiliki 3 sekolah adiwiyata tingkat nasional. Masing-masing SMAN III Sampang, SMPN I Sampang dan SMPN VI Sampang.

Sedangkan untuk sekolah adiwiyata mandiri baru dilakukan oleh SMAN I Torjun. Pada tahun 2020 ini, Pemkab Sampang mengusulkan 12 sekolah adiwiyata provinsi dan hanya 9 sekolah yang terdaftar dan akan mengikuti penilaian. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed