Minim Kontribusi, Dewan Desak Pembenahan Tujuh BUMD

  • Whatsapp
KM/SUBHAN LESU: DPRD Sampang menyebut sejumlah BUMD di wilayahnya perlu pembenahan.

Kabarmadura.id/Sampang-Kondisi beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sampang, tergolong tidak sehat. Pasalnya beberapa tahun terakhir, keberadaan BUMD tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Atas kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, mendorong upaya pembenahan dan penyegaran perusahaan. Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan BUMD tidak sehat.

Salah satunya, faktor komoditi yang berkurang, faktor Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam BUMD yang lemah. Selain itu, kemampuan membaca peluang bisnis atau manajerial yang keliru. Sehingga dirinya menilai BUMD di Sampang butuh pembenahan.

Lebih lanjut dirinya membeberkan, semestinya BUMD dapat menghasilkan profit dan menyumbang PAD secara signifikan. Pihaknya mengaku, sudah menyampaikan kepada stakeholder terkait, untuk segera menyikapi dan melakukan upaya pembenahan, yakni manajemen aset, restrukturisasi, jika diperlukan sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau BUMD ini sehat, mestinya kontribusi terhadap daerah signifikan, sekarang kontribusinya sangat minim. Makanya perlu ada langkah untuk penyehatan perusahaan,” ucap politisi Partai Golkar itu, kemarin (21/11/2019)

Pria yang akrab disapa Ubed itu berjanji, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, meliputi komisaris, direktur serta struktur di BUMD. Hal itu bertujuan, agar pihaknya mengetahui secara riil kondisi BUMD saat ini, khususnya secara kelembagaan.

Sebab kata dia, BUMD sifatnya profit, maka diharapkan orang-orang yang menduduki jabatan direksi harus yang profesional, yang mengerti dunia bisnis, entrepreneur, serta memiliki kemampuan di bidang perekonomian yang mumpuni.

“Tentunya, kami berharap orang-orang yang ditempatkan di BUMD ini, professional dan punya komitmen untuk siap memajukan BUMD ini, sehingga bisa sehat dan pendapatan signifikan,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sampang Juwaini mengakui, kondisi BUMD banyak yang tidak sehat, karena tidak profit, salah satunya seperti Apotek Trunojoyo.

Pihaknya mengungkapkan, kedepan akan melakukan langkah pembenahan, bahkan saat ini pihaknya sudah membaca perkembangan sejumlah perusahaan untuk dijadikan bahan koordinasi dengan pihak-pihak yang bisa menyelamatkan           BUMD itu.

Kata dia, ada sebanyak 7 BUMD yang aktif di Sampang, yakni PT. GSM yang menaungi (PT. SMP, PT. SMA dan PT. SSS), PT BPR Bas, PDAM Trunojoyo dan Apotik Trunojoyo. Namun diakuinya, mayoritas perusahaan daerah itu tidak sehat.

“Memang butuh penyegaran, dan saat ini sudah proses,” tukasnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *