Minim Pengunjung sebab PPKM, Penghasilan PKL Turun Drastis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TERDAMPAK PPKM: Sejumlah lapak PKL di lokasi pujasera di Taman Wijaya Kusuma Sampang banyak tutup

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sampang berdampak pada menurunnya penghasilan sebagian besar pedagang kaki lima (PKL). Sebagian PKL memilih tidak berjualan setelah mengalami kerugian beruntun sejak beberapa pekan terakhir.

Pantauan Kabar Madura, di sejumlah lokasi pusat jajanan selera rakyat (pujasera), banyak PKL yang menutup warungnya. Sehingga banyak tempat PKL yang kosong selama beberapa minggu terakhir. Terutama sejak diberlakukan PPKM level 4.

Bacaan Lainnya

Dari puluhan lapak, hanya sekitar lima sampai delapan lapak PKL yang beroperasi. Selain itu, di lokasi tersebut nyaris tidak ada pengunjung atau pembeli. Kondisi tersebut terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Asmuni (39), salah satu PKL mengaku sengaja tidak membuka warungnya. Alasannya, setiap hari mengalami kerugian karena pembeli menurun drastis.

“Setiap malam sepi Mas, sejak awal dilakukan PPKM. Jika saya tetap membuka warung akan semakin rugi. Sehingga untuk sementara, kami diam dulu,” katanya.

Ia mengutarakan, untuk bisnis makanan akan banyak mengalami kerugian. Sebab, menurutnya, jualan akan basi jika tidak habis. Apalagi pembeli dan pengunjung pujasera jauh lebih sepi. Sementara setiap hari harus mengeluarkan modal.

“Kami berharap masa wabah Covid-19 segera selesai. Sehingga tidak ada lagi PPKM. Tanpa berjualan kami tidak ada pendapatan. Jika memaksakan saat kondisi seperti ini akan semakin merugi,” Imbuhnya.

Selain itu, pihaknya berharap ada solusi dari pemerintah. Setidaknya untuk membantu para PKL dan pihak lain yang terdampak.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kabag Ops Kompol Royke Hendrix Fransisco mengakui jika hal itu berdampak pada ekonomi. Hanya saja pihaknya menyampaikan bahwa PPKM adalah aturan dari pemerintah pusat.

“Kami hanya melaksanakan perintah dari pusat. Sehingga pemadaman dan penyekatan adalah bentuk tanggung jawab,” katanya. (man/maf)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *