Minim Pos Pantau Laut, Penangkapan Ikan secara Ilegal di Bangkalan Sulit Awasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) JAGA KERAMBA: Lemahnya peran pokmaswas di Bangkalan memberi angin segar bagi aktivitas penangkapan ikan secara ilegal.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, SOCAHMinimnya jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) di Bangkalan, menjadi salah satu alasan langkah pengawasan perikanan sungai minim. Dinas Perikanan Bangkalan mengeluhkan jumlah pokmaswas dan pemberdayaan yang masih lemah. Sehingga sering terjadi aktivitas penangkapan ikan di sungai dengan alat terlarang.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Muhammad Zaini mengatakan, minimnya jumlah pokmaswas di Bangkalan memang menjadi salah satu kendala, sehingga membuat pengawasan lemah.

Pokmaswas yang dibentuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur tersebut baru empat kelompok, dengan jumlah keanggotaan yang minim.

“Yang bertanggung jawab itu adalah pokmaswas, dan di sini masih minim, karena yang membentuk bukan kami,” dalihnya.

Selain itu, fasilitas sarana dan prasara untuk melakukan pengawasan juga masih sangat minim. Bahkan di beberapa sungai yang memang kerap menjadi sasaran penangkapan secara terlarang, tidak ada fasilitas pos pantau yang disediakan. Sehingga justru menjadi kebiasaan warga.

Selain pokmaswas, pos pantau laut di Bangkalan hanya memiliki satu titik, yakni di Kecamatan Kwanyar. Sementara pos tersebut sangat diperlukan untuk memantau agar dapat mendeteksi adanya masalah di tengah laut, seperti masalah antar nelayan dari berbeda wilayah.

”Kalau ada nelayan Madura dan bertemu di laut dengan nelayan opetani atau sekitarnya tentu itu juga harus dipantau,” tuturnya,.

Salah satu warga Desa Kramat, Muhammad Ali, menyampaikan, dirinya sudah kerap meminta tambahan pantauan dari dinas dan Pemkab Bangkalan. Tetapi tidak ada hasil. Bahkan dia sempat meminta fasilitas yang dapat membantu penjagaan para petugas yang berjaga di sekitar sungai tersebut.

”Saya sudah berulang kali, tapi memang masih tetap saja, tidak ada perkembangan,” ujar Ali. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *