oleh

Minim Sosialisasi, Ini Kendala dalam Pelaksanaan PPDB SMA/SMK di Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan– Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) telah berakhir. Tetapi, dalam tahap pelaksanannya sendiri masih diwarnai dengan berbagai kendala.

Kasi SMA dan Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK), Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan Moh Fauzi menuturkan, dari awal PPDB SMA/SMK sudah terkendala dengan adanya wabah Covid-19.

“Sehingga yang seharusnya sosialisasi terlebih dahulu, siswa SMP sudah tidak pernah masuk sekolah,” ujarnya.

Dari situ kata Fauzi, guru Bimbingan Konseling (BK) dari tiap sekolah kesulitan memberikan informasi atau pengumuman mengenai PPDB di sekolahnya masing-masing. Selain itu, dia menuturkan, hal itu juga berdampak pada orang tua anak. Mereka tahunya hanya dari media komunikasi seperti tv atau handphone.

“Jadi mereka tidak jelas, saar PPDB berlangsung kurang paham strategi agar anaknya bisa masuk sekolah yang diinginkan,” ungkapnya.

Akibatnya, saat pengisian raport SMP atau data untuk persyaratan PPDB, ada permasalahan yakni sebagian besar sekolah SMP tidak mengupload nilai siswa-siswanya.

“Konsekuensinya, sekolah tidak bisa mengakses PPDB dan nilai anak yang menjadi pertimbangan masuk sekolah tidak ada,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi, Fauzi mengaku, sebelumnya sudah melakukan pemasangan baliho mengenai tata cara dan alur PPDB SMA/SMK. Pihaknya meminta sekolah untuk tetap memfasilitasi jika siswa atau guru tidak tahu cara mendaftarnya.

Terkadang, menurut Fauzi, keinginan orang tua dan anak untuk bersekolah berbeda juga menjadi kendala tersendiri saat pelaksanaan PPDB. Sehingga, ketika anak sudah diterima di sekolah yang diinginkan tetapi orang tua tidak mau, dengan terpaksa mengundurkan diri.

Padahal, pagu dan berbagai tahapan PPDB telah ditentukan agar kejadian tahun kemarin yakni pagu tidak terpenuhi, tidak terulang kembali. Untuk meminimalisir hal itu, Fauzi menegaskan, jika ada anak yang sudah diterima disekolah lalu mengundukan diri, maka PIN akan diblokir.

“PIN akan kami blokir, artinya PIN yang diterima siswa tidak akan bisa digunakan pada tahap selanjutnya,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed