Minim Sosialisasi, Pelabuhan Taddan Kurang Diminati

  • Whatsapp
TAK DIMINATI: Pelabuhan Taddan di Kabupaten Sampang sudah diuji coba beroprasi beberapa waktu lalu, Namun hingga kini kurang diminati masyarakat.

Kabarmadura.id/Sampang-Uji coba Kapal Dharma Kartika III yang beroprasi di Pelabuhan Taddan Kabupaten Sampang, kurang diminati oleh masyarakat. Hal itu disebabkan sosialisasi dari pemerintah daerah kepada masyarakat, terhadap penyeberangan ke Pulau Mandangin hingga Probolinggo, relatif minim.

Padahal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim) sudah memberikan subsidi terhadap operasional Kapal Dharma kartikan III tersebut, sehingga tarif yang dipatok untuk melayani penyebaran laut, hanya senilai Rp5.000 rupiah per orang.

Salah satu penjaga loket tiket Kapal Dharma Kartika III Joni mengatakan, jumlah penumpang yang ikut kapal itu hanya 30 orang untuk tujuan Mandangin dan Probolinggo. Jumlah itu sangat sedikit sekali, tidak sebanding dengan kapasitas dan daya tampung kapal yang tersedia.

“Berdasarkan data yang ada, rata-rata jumlah penumpang hanya 30 orang, padahal sudah disupsidi langsung oleh Gubenur Jatim,” ucap Joni, Minggu (29/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Moh. Zuhri menjelaskan, minimnya jumlah penumpang kapal Dharma Kartika III disebabkan karena sarana prasana yang tersedia di pelabuhan kurang masimal.

Hingga saat ini, di pelabuhan tidak ada penyandar kapal, sehingga penumpang tidak bisa membawa kendaraannya dan akses masuk ke kapal sulit, sebab belum dilengkapi fasilitas pendukung.

Di sisi lain, sepinya penumpang kapal di Pelabuhan Taddan tersebut, dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat. Akibatnya, masyarakat kurang antusias untuk melakukan perantauan ke luar ke luar Sampang dan Probolinggo.

“Kami kira penyebab sepinya penumpang kapal  di Pelabuhan Taddan ini banyak, meliputi kondisi ekonomi dan minimnya fasilitas sarana prasarana penunjang lainnya, serta belum masifnya sosialisasi kepada warga,” ungkap Zuhri.

Zuhri mengakui, kegiatan sosialisasi terkait pengoperasian Pelabuhan Taddan kepada masyarakat, belum dilakukan secara maksimal, mengingat saat ini masih tahap uji coba. Selain itu, pihaknya masih fokus pada agenda peresmian Pelabuhan Taddan, yang menelan anggaran APBN kurang lebih sebesar Rp230 milyar.

“Saat ini, Kami masih fokus pada proses peresmian dan pengajuan perbaikan sarana prasarananya. Prinsipnya kami terus akan melakukan upaya rehabilitasi dan evaluasi terkait pelabuhan ini,” tukasnya. (sub/pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *