Minimalisasi Hidup Dari Pengaruh Jiwa Konsumtif

  • Whatsapp

Dalam Al-quran, secara tegas dikatakan bahwa kerusakan yang terjadi pada alam ini diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Memag tidak akan bisa dihindarkan, permasalahan ekologi hingga hari ini menjadi problem yang cukup kontroversial untuk dipecahkan bersama. Pasalnya, ekologi berkaitan dengan hubungan timbal balik manusia dan lingkungannya sehingga bisa menciptakan simbiosis mutualisme. Selain itu, hal ini juga demi masa depan bumi supaya selalu bisa dirawat dan dijaga dengan baik.

Maka penting jika manusia sebagai makhluk yang bisa menggunakan akalnya dengan baik berusaha untuk mengamati dan melek bagaimana kondisi lingkungan sekitarnya. Di zaman 4.0, kita akan takjub menyaksikan sampah-sampah yang berserakan tak berdaya, terutama sampah plastik hasil pabrik yang seringkali menimbulkna pencemaran. Ini terjadi karena kebutuhan manusia dari hari ke hari semakin meningkat. Dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tarsier. Oleh sebab itu, manusia harus bertindak dan mencegah adanya sampah-sampah yang berkeliaran itu dengan mengokohkan sikap minimalis dalam dirinya.

Konsumtif dalam diri manusia merupakan suatu hal yang wajar sebab manusia mempunyai sifat alamiah yaitu menyenangi kepada sesuatu baru dan manusia tentu tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Sifat alamiyah yang cenderung membeo kepada hawa hafsu ini jika tidak ditangani dengan serius maka akan melahirkan jiwa konsumtif dalam dirinya. Dampak dari jiwa konsumtif tidak hanya kepada pelakunya. Akan tetapi, lingkungannya juga akan terancam, termasuk akan semakin sering kita temukan sampah-sampah plastik yang menemukan ruang untuk berkuasa di bumi ini.

Buku ini memberikan satu gagasan penting bagaimana manusia bisa mengatur hidup dengan apik, tertata, dan sederhana. Di dalamnya, terdapat beberapa seni atau trik untuk mengatur beberapa hal yang dianggap remeh tetapi justru berdampak negatif jika terus dibiarkan begitu saja. Misalnya, di buku ini disajikan tentang bagaimana mengenal kegunaan setiap barang. “Ada tiga kategori barang yaitu barang fungsional, barang dekoratif, dan barang emosional” (hal. 06). Ini penting karena tidak semua barang harus disingkirkan tetapi harus disiasati dengan memahami kegunaannya secara baik. Sikap remeh ini akan mendorong manusia menuju kebijaksaan yang proporsional dalam menghadapi carut marut lingkungan.

Mengetahui kegunaan suatu barang adalah salah satu dasar pemikiran agar manusia bisa hidup minimalis. Tidak hanya itu, cara-cara yang disarankan dalam buku ini seperti bahagia dengan “cukup”, menyukai tanpa memiliki, jadilah penjaga pintu yang baik, lepaskan keterikatan dengan barang, hidup sederhana dan dasar sikap lainnya. Semua itu merupakan dasar pemikiran yang harus dimiliki dalam diri setiap manusia. Menemukan cara untuk “mencintai tanpa memiliki” sesuatu adalah salah satu kunci bagi kehidupan minimalis (hal. 37).

Buku ini terdiri dari beberapa bagian. Bagian pertama berisi tentang dasar pemikiran agar pembaca mengubah pola pikirnya menjadi minimalis. Pada bagian kedua, buku ini menjelaskan tentang bagaimana mewujudkan sikap minimalis ke dalam tindakan sehari-hari. Ada sepuluh teknik ampuh untuk membersihkan dan menjaga rumah agar tetap rapi. Salah satu teknik tersebut adalah buang, simpan, atau berikan semua barang pada tempatnya, satu masuk satu keluar, dan lain sebagainya. Untuk itulah, cara yang paling efektif untuk menjaga kerapian adalah membiasakan diri mencermati ruang dan tempat di rumah (hal. 72). Barang yang berantakan dan tidak diletakkan di tempat yang tidak seharusnya akan mengajak barang lain datang (hal. 92). Ini yang perlu diperhatikan, ketika sampah-sampah tidak terwadahi dengan baik.

Bagian ketiga buku ini memaparkan tentang cara mengatur dan mengelola rumah dari ruangan ke ruangan. Dari ruang keluarga hingga ruang penyimpanan sehingga buku ini tampak sistematis dalam memberikan solusi hidup menimalis. Dari dasar pemikiran, tindakan hingga mengatur masa depan barang-barang di rumah.

Sementara di bagian terakhir buku ini mengajak pembaca agar membiasakan hidup minimalis kepada keluarga. Ajakan kepada keluarga sebagai bagian yang terdekat dengan kita merupakan ajakan mendasar yang akan memberikan dampak positif kepada bumi, penghuninya, dan generasinya agar semakin memotivasi untuk mengurangi jiwa konsumtif.

Penulis merupakan mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk Sumenep. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa. (LPM) Fajar Instika.  

Keterangan Buku:

Judul: Seni Hidup Minimalis

Penulis: Francine Jay

Penerbit: Gramedia

Cetakan: 2018

Tebal: 260 halaman

ISBN: 978-602-03-9844-0

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *